Lewati ke konten utama

Kapan Waktu Memakai Ihram saat Umrah?

Kategori: Berita · Ditulis pada: 08 November 2026, 18:00:00

jubair-hossain-WuIroq-Q1hY-unsplash.jpg

HIMPUHNEWS - Memahami waktu memakai pakaian ihram menjadi salah satu hal penting yang perlu diketahui setiap Muslim sebelum berangkat menunaikan ibadah umrah.

Pasalnya, ihram merupakan bagian penting dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci yang berkaitan dengan niat memasuki rangkaian ibadah umrah serta ketentuan miqat.

Banyak calon jemaah masih bertanya-tanya kapan sebenarnya pakaian ihram harus dikenakan. Apakah sejak berangkat dari Indonesia, ketika berada di pesawat, atau setelah tiba di Arab Saudi?

Pada dasarnya, pakaian ihram dapat dikenakan sebelum melewati miqat, sedangkan niat ihram dilakukan ketika berada di miqat atau sebelum melampauinya.

Miqat merupakan batas tempat atau waktu yang telah ditentukan untuk memulai ihram bagi orang yang hendak melaksanakan haji maupun umrah.

Karena itu, jemaah yang berangkat dari Indonesia menggunakan pesawat menuju Jeddah perlu memperhatikan lokasi miqat agar tidak melewati batas tersebut tanpa berniat ihram.

Pakaian Ihram Sebaiknya Dipakai Sebelum Melewati Miqat

Dalam pelaksanaan umrah, laki-laki mengenakan dua helai kain putih tanpa jahitan yang digunakan sebagai penutup tubuh bagian atas dan bawah.

Sementara itu, perempuan diperbolehkan memakai pakaian biasa yang menutup aurat, tidak transparan, dan tidak membentuk lekuk tubuh.

Pakaian ihram tidak harus dikenakan tepat ketika berada di miqat. Jemaah dapat memakainya sejak dari bandara keberangkatan, hotel, atau ketika masih berada di pesawat sebelum mencapai batas miqat.

Hal yang perlu diperhatikan adalah niat ihram. Jemaah harus berniat memasuki ibadah umrah sebelum melewati miqat.

Dengan demikian, mengenakan pakaian ihram lebih awal dapat menjadi pilihan praktis untuk menghindari keterlambatan ketika pesawat mendekati batas miqat.

Kapan Jemaah Umrah Indonesia Berniat Ihram?

Jemaah Indonesia yang menggunakan penerbangan langsung menuju Jeddah umumnya akan melintasi kawasan miqat dalam perjalanan udara.

Salah satu miqat yang berkaitan dengan rute tersebut adalah Yalamlam, yang menjadi miqat bagi penduduk Yaman dan orang-orang yang melewatinya dari jalur tersebut.

Dalam praktik perjalanan, pembimbing ibadah atau awak pesawat biasanya memberikan informasi ketika pesawat mendekati miqat.

Jemaah kemudian dapat mempersiapkan diri dan mengucapkan niat umrah sebelum melewati batas tersebut.

Bacaan niat umrah yang umum dilafalkan adalah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

Labbaika Allahumma 'umratan.

Artinya: "Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk melaksanakan umrah."

Setelah berniat, jemaah telah memasuki keadaan ihram dan wajib mematuhi larangan-larangan ihram hingga tahallul.

Bagaimana Jika Jemaah Sudah Mengenakan Ihram Sejak Indonesia?

Mengenakan pakaian ihram sejak dari Indonesia diperbolehkan dan dapat mempermudah persiapan jemaah.

Namun, perlu dipahami bahwa memakai pakaian ihram tidak otomatis menjadikan seseorang telah memasuki keadaan ihram.

Seseorang baru memasuki keadaan ihram setelah berniat untuk melaksanakan ibadah umrah.

Oleh karena itu, jemaah yang telah mengenakan pakaian ihram sejak bandara tetap perlu memperhatikan waktu pelaksanaan niat sebelum melewati miqat.

Setelah niat dilakukan, jemaah harus menghindari sejumlah larangan ihram, seperti menggunakan wewangian, memotong rambut atau kuku, serta melakukan hubungan suami istri.

Bagi laki-laki, terdapat ketentuan tambahan berupa larangan mengenakan pakaian berjahit yang membentuk anggota tubuh dan menutup kepala dengan penutup yang melekat.

Bagaimana Jika Terlanjur Melewati Miqat Tanpa Ihram?

Miqat merupakan batas yang tidak boleh dilewati oleh orang yang hendak melaksanakan umrah tanpa terlebih dahulu memasuki keadaan ihram.

Apabila seseorang melewati miqat tanpa berniat ihram, ia perlu segera kembali ke miqat untuk memulai ihram apabila memungkinkan.

Jika tidak kembali dan memulai ihram dari tempat yang sudah dilewatinya, terdapat konsekuensi hukum berupa kewajiban dam menurut ketentuan fikih yang berlaku.

Rincian hukumnya dapat berbeda bergantung pada keadaan dan mazhab yang diikuti.

Karena itu, jemaah sebaiknya mengikuti arahan pembimbing ibadah agar tidak mengalami kesalahan dalam menentukan waktu ihram.

Dengan memahami ketentuan tersebut, calon jemaah umrah diharapkan dapat mempersiapkan pakaian dan niat ihram secara tepat.

Hal terpenting bukan sekadar kapan mengenakan dua helai kain ihram atau pakaian khusus, melainkan memastikan niat dilakukan sebelum melewati batas miqat. (VD)

Bagikan:

Komentar

Mohon login atau registrasi untuk mengirimkan komentar Anda.

Komentar yang sudah Anda ketik tetap tersimpan selama proses login.

Belum ada komentar pada posting ini.