
HIMPUHNEWS — Menyongsong target megah Saudi Vision 2030, Kota Suci Makkah tengah bersiap memamerkan wajah barunya yang spektakuler.
Tak sekadar pembenahan minor, kota ini merombak total lanskap perkotaannya melalui pembangunan infrastruktur raksasa yang dirancang untuk menembus kerasnya topografi pegunungan sekaligus mempermudah mobilitas jutaan peziarah dari seluruh penjuru dunia.
Langkah berani ini dipimpin oleh Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci (Royal Commission for Makkah City and Holy Sites) demi memastikan pertumbuhan fisik kota berjalan selaras dengan manajemen kerumunan yang aman dan modern.
Mega-Infrastruktur: Ratusan Jembatan dan Terowongan Siap Operasional

Data terbaru Pemerintah Kota Makkah (Holy Makkah Municipality) seperti dilansir dari SPA News membuktikan betapa fantastisnya skala pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan:
211 Jembatan & 62 Terowongan: Jaringan jalan kini dilengkapi 211 jembatan megah serta 62 terowongan khusus kendaraan dan pejalan kaki. Infrastruktur penembus bukit dan lembah ini disiapkan untuk menjamin arus lalu lintas tetap mengalir lancar tanpa hambatan, bahkan saat puncak kepadatan musim Haji, Umrah, dan Ramadan.
Jalur Khusus Pejalan Kaki: Sebanyak 20 jembatan penyeberangan khusus pejalan kaki (footbridges) disiagakan untuk memisahkan jalur peziarah dari lalu lintas kendaraan demi keselamatan maksimal.
Jalanan Sepanjang Jutaan Meter: Total jaringan jalan yang dibangun dan ditingkatkan kualitasnya telah menembus 8.041.454 meter lari di area Makkah serta 595.411 meter lari di kawasan tempat-tempat suci (Mina, Arafah, Muzdalifah).
Terang Benderang 24 Jam: Sebanyak 150.000 tiang dan menara lampu dipasang mengelilingi sudut kota hingga area tempat suci demi menjamin pandangan tetap terang dan aman sepanjang hari.
Wajah Baru: Lebih Hijau dan Berbasis Smart City

Wajah baru Makkah menuju 2030 tidak hanya mengandalkan kemegahan beton dan aspal. Lewat Quality of Life Program, kota ini menyulap kawasannya menjadi lebih asri dengan menghadirkan 294 taman publik, alun-alun, dan area bermain seluas lebih dari 2,03 juta meter persegi. Program penanaman pohon (afforestation) masif ini disiapkan untuk meredam iklim panas Makkah sekaligus menyediakan ruang publik yang nyaman.
Di saat yang sama, Makkah memodernisasi operasinya lewat pengintegrasian teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Sistem cerdas ini bertugas memantau pergerakan lalu lintas secara real-time, mempercepat respons darurat, dan mengoptimalkan pengalokasian sumber daya kota secara presisi.
Menjaga Ruh dan Warisan Sejarah
Meski wajah kota berubah makin futuristik dengan ratusan jembatan, terowongan, dan teknologi cerdas, identitas spiritual Makkah tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah memastikan bahwa penataan kawasan modern ini tidak menggeser situs-situs bersejarah, pasar tradisional, maupun lokasi-lokasi penting yang berkaitan dengan jejak sirah Nabawiyah.
Makkah siap membuktikan kepada dunia bahwa sebuah kota suci ber-sejarah tinggi mampu bertransformasi menjadi metropolitan cerdas berkelanjutan tanpa kehilangan akar keagungan spiritualnya.
Bagikan:
Komentar
Belum ada komentar pada posting ini.