himpuh.or.id

Jaga Keberlanjutan Lingkungan, Saudi Kenalkan Produk Daur Ulang Kain Ihram

Kategori : Berita, Topik Hangat, Ditulis pada : 17 Maret 2025, 09:00:40

men-in-ihram.jpg

HIMPUHNEWS - Kerajaan Arab Saudi memproduksi ihram daur ulang yang disebut sebagai salah satu upaya untuk menjaga lingkungan. Ihram ini adalah hasil daur ulang dari jemaah terdahulu.

Dilansir dari Saudi Gazette, produk ihram ramah lingkungan ini telah resmi diluncurkan oleh Komisi Mode Saudi yang bekerja sama dengan Tadweem, sebuah Perusahaan Daur Ulang Investasi Saudi (SIRC), Perusahaan Pengembangan Kidana, dan Grup SANKO.

Diumumkan di Islamic Arts Biennale, langkah ini bertujuan untuk mendaur ulang pakaian ihram bekas dari jemaah haji menjadi ihram baru yang berkualitas tinggi. Produk ini mendukung tujuan keberlanjutan lingkungan Saudi Vision 2030.

Untuk menghasilkan produk pakaian ihram menggunakan sistem daur ulang tekstil siklus tertutup. Kain ihram dari musim haji sebelumnya dikumpulkan, disortir, dan diproses menjadi pakaian baru. Kain tersebut terutama dikumpulkan dari tenda-tenda yang berada di kawasan Mina.

Nawaf Alhaysuni selaku direktur eksekutif di Tadweem, menyatakan perusahaan tersebut berhasil mengumpulkan lima ton kain ihram pada musim haji tahun lalu. Sebanyak 95 persen kain berhasil didaur ulang, dan 5 persen sisanya didaur ulang menjadi produk lain.

Tadweem bekerja sama dengan SANKO, sebuah pabrik tekstil asal Turki, untuk mengolah secara kimia dan mengubah kain tersebut menjadi pakaian ihram yang bersih.

Pakaian ihram daur ulang telah tersedia untuk dibeli secara online atau bisa dibeli langsung di beberapa toko di Mekkah, Madinah, dan Jeddah. Rencananya, pakaian ihram daur ulang juga akan dijual di bandara Jeddah dan Riyadh.

Seorang juru bicara Komisi Mode Saudi mengatakan bahwa pengembangan inisiatif ini telah melalui perjalanan yang panjang. "Komisi Mode berkomitmen untuk mengeksplorasi potensi penuh dari solusi inovatif bagi Arab Saudi. Kami menghargai kolaborasi dalam inisiatif ini, yang meningkatkan kesadaran tentang keberlanjutan dan mempromosikan metode daur ulang yang canggih untuk pakaian ihram. Upaya ini sejalan dengan Visi 2030, yang menjadikan keberlanjutan sebagai prioritas utama."

Sementara pakaian ihram biasanya dipatok dengan harga antara SR50 dan SR60, maka pakaian ihram daur ulang harganya SR98. Harga pakaian ini lebih mahal karena biaya daur ulang berstandar internasional.

Alhaysuni mengatakan tujuan jangka panjang Tadweem adalah membangun fasilitas daur ulang lokal untuk menyesuaikan biaya dengan pasar. Saat ini, 97 persen kain ihram yang digunakan di Arab Saudi berasal dari impor. Tadweem berharap dapat menciptakan sistem sirkulasi lokal tempat ihram dikumpulkan, didaur ulang, dan dijual kembali di dalam Kerajaan Saudi.

Salah satu tantangan terbesar adalah persepsi publik terhadap tekstil daur ulang. Untuk mengatasi masalah tentang kebersihan dan kualitas, Tadweem mengintegrasikan kode QR pada kemasan produk yang terhubung ke video yang menunjukkan proses daur ulang lengkap, dari pengumpulan dan pembersihan hingga produksi.

"Tujuan kami adalah mengatasi masalah apapun dengan memberikan transparansi penuh. Video kami memperlihatkan setiap langkah proses, yang menunjukkan bahwa Ihram daur ulang ini memenuhi standar kebersihan dan kualitas yang sama tingginya dengan yang baru. Meningkatkan kesadaran sangat penting untuk keberhasilan inisiatif ini," kata Alhaysuni.

Inisiatif ini memasuki pasar kurang dari tiga minggu lalu, dan tanggapan awal sangat positif. Tadweem dan Komisi Mode berharap proyek ini akan menghasilkan musim haji yang lebih hijau dan peningkatan daur ulang tekstil lokal. "Ini adalah salah satu inisiatif keberlanjutan terbesar yang telah kami lakukan sebagai sebuah perusahaan. Jika berhasil, langkah selanjutnya adalah mendirikan pabrik khusus di Arab Saudi untuk mendaur ulang kain ihram secara lokal," kata Alhaysuni.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id