himpuh.or.id

Begini Cara Arab Saudi Membuat Masjidil Haram Harum Setiap Hari

Kategori : Berita, Ditulis pada : 13 Maret 2026, 09:00:40

GGmmMaxXoAASra5.jpg

HIMPUHNEWS - Masjidil Haram di Makkah tidak hanya dikenal sebagai pusat ibadah umat Islam, tetapi juga sebagai kawasan yang dijaga kebersihan dan kenyamanannya secara ketat. Salah satu upaya yang rutin dilakukan adalah menjaga keharuman area masjid melalui penyemprotan parfum, pembakaran dupa, serta penggunaan wewangian berkualitas tinggi.

Melansir Saudi Press Agency, Otoritas yang mengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjalankan proses pewangian ini secara intensif di berbagai area masjid, mulai dari koridor, pelataran, lorong, karpet, pintu masuk, hingga fasilitas lainnya. Wewangian yang digunakan antara lain oud, musk, dan ambry, yang dikenal sebagai aroma khas Timur Tengah.

Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana spiritual yang nyaman bagi para jemaah yang datang untuk beribadah maupun melaksanakan umrah.

Proses pewangian tidak hanya dilakukan di area umum masjid. Ka'bah dan Hajar Aswad juga mendapatkan perawatan khusus menggunakan jenis oud dan parfum terbaik.

Tradisi ini mencerminkan penghormatan terhadap dua simbol suci tersebut yang memiliki tempat istimewa di hati umat Islam.

Ribuan Kali Penyemprotan Wewangian Selama Ramadan

Sejak awal Ramadan, otoritas Masjidil Haram tercatat telah melakukan lebih dari 8.200 putaran pewangian dan pembakaran dupa setiap hari di berbagai area masjid.

Sekitar 58 kilogram dupa digunakan dalam proses tersebut. Selain itu, sekitar 1.100 botol parfum juga dibagikan kepada para pengunjung.

Para jemaah juga diberikan wewangian berupa 350 tola amber dan minyak mawar, yang turut digunakan untuk memberikan aroma harum kepada para pengunjung.

Sementara itu, penggunaan sistem penyemprotan otomatis mencatatkan konsumsi lebih dari 7.300 liter cairan pewangiyang digunakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Operasi Pewangian Ditingkatkan di 10 Hari Terakhir Ramadan

Otoritas Masjidil Haram juga menyiapkan rencana operasional khusus untuk menghadapi lonjakan jemaah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Dalam rencana tersebut, operasi pembakaran dupa ditingkatkan hingga 100 persen dibandingkan 20 hari pertama Ramadan. Selain itu, penggunaan parfum dan minyak wangi juga ditambah sekitar 50 persen.

Tim lapangan juga meningkatkan frekuensi patroli dan penyemprotan wewangian di berbagai titik, termasuk koridor, pintu masuk, area salat, serta lokasi i’tikaf.

Proses pewangian dilakukan secara lebih intensif saat waktu-waktu ibadah utama, terutama ketika salat Tarawih dan Tahajud, serta setelah waktu berbuka puasa.

Petugas juga melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan kualitas aroma tetap terjaga serta distribusi wewangian merata di seluruh area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id