Masjidil Haram Padat di Akhir Ramadan, Ini Jam Terbaik Melaksanakan Umrah agar Tak Berdesakan

HIMPUHNEWS - Lonjakan jemaah di Masjidil Haram selama Ramadan membuat pelaksanaan umrah sering kali berlangsung dalam kondisi sangat padat. Karena itu, memilih waktu yang tepat menjadi faktor penting agar ibadah dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan nyaman.
Kepadatan jemaah terutama terjadi di area mataf atau pelataran yang mengelilingi Ka'bah, tempat pelaksanaan tawaf. Dengan perencanaan waktu yang tepat, jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah seperti tawaf dan sa’i dengan lebih leluasa.
Memilih jam yang relatif sepi juga memungkinkan jemaah lebih fokus dalam berdoa, bermunajat, dan menikmati suasana spiritual di salah satu tempat paling suci bagi umat Islam.
Tiga Waktu Relatif Sepi untuk Umrah
Beberapa jam tertentu dinilai lebih ideal untuk melaksanakan umrah karena kepadatan jemaah cenderung lebih rendah.
Pagi Hari Setelah Subuh (06.00–08.00)
Waktu pagi setelah salat Subuh menjadi salah satu momen paling tenang untuk melaksanakan umrah.
Pada jam ini, banyak jemaah yang memilih beristirahat setelah ibadah malam sehingga area mataf relatif lebih lengang. Suasana pagi yang sejuk juga membantu jemaah menjalankan tawaf dan sa’i dengan lebih nyaman, terutama pada bulan-bulan dengan suhu lebih rendah.
Selain itu, suasana fajar yang tenang sering dimanfaatkan jemaah untuk memperbanyak doa dan refleksi spiritual.
Tengah Hari (12.00–14.00)
Rentang waktu tengah hari juga bisa menjadi pilihan bagi jemaah yang ingin menghindari kerumunan besar.
Pada jam tersebut, sebagian jemaah memilih beristirahat di area teduh atau kembali ke penginapan untuk menghindari panas. Hal ini membuat area ibadah relatif lebih lapang dibandingkan waktu-waktu utama lainnya.
Namun jemaah tetap disarankan menjaga kondisi tubuh, terutama dengan memastikan kecukupan cairan dan menggunakan pakaian yang ringan serta nyaman.
Dini Hari (02.00–04.00)
Bagi jemaah yang menginginkan suasana paling tenang, waktu dini hari menjadi pilihan yang banyak direkomendasikan.
Udara yang lebih sejuk serta jumlah jemaah yang lebih sedikit menciptakan suasana ibadah yang lebih khusyuk. Tawaf dan sa’i juga bisa dilakukan dengan lebih lancar tanpa gangguan kerumunan.
Banyak jemaah memanfaatkan waktu ini untuk memperbanyak doa dan ibadah karena atmosfer spiritualnya yang lebih hening.
Pemerintah Saudi Atur Waktu Umrah Selama Ramadan
Melansir surat kabar lokal saudi Okaz, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bahkan mengeluarkan aturan “sembilan jam” jadwal umrah selama Ramadan guna mengendalikan kepadatan jemaah di Masjidil Haram.
Kementerian mengimbau para peziarah yang hendak melaksanakan umrah agar memilih waktu di luar rentang jam yang paling padat.
Berdasarkan indikator kepadatan selama dua pekan pertama Ramadan, waktu 16.00–22.00 dan 05.00–08.00 tercatat sebagai periode dengan kerumunan paling tinggi.
Sementara itu, tingkat kepadatan 23.00–04.00 tergolong sedang, sedangkan 08.00–15.00 relatif lebih ringan.
Untuk membantu pengelolaan jemaah, otoritas Saudi memanfaatkan perangkat keamanan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan. Sistem tersebut digunakan untuk memantau jumlah jemaah di area thawaf serta mengelola arus keluar-masuk pengunjung.
Selain itu, teknologi tersebut juga membantu memperlancar akses menuju kawasan pusat serta mengurai kemacetan bus pengantar jemaah.
Otoritas keamanan Arab Saudi juga meningkatkan kesiapan selama sisa Ramadan guna mengantisipasi lonjakan jemaah umrah maupun jemaah salat di Masjidil Haram.
Berbagai aspek pengamanan dan pelayanan diperkuat, mulai dari pengelolaan kerumunan, manajemen lalu lintas, pelayanan kemanusiaan, hingga dukungan bagi instansi terkait yang terlibat dalam operasional di kawasan masjid suci tersebut.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
