himpuh.or.id

Belanja Haji Capai Tahun 2026 Rp29,25 T, BPS Sebut 70% Uangnya Mengalir ke Arab Saudi

Kategori : Berita, Ditulis pada : 07 Agustus 2026, 09:00:35

b55df929-4960-4db1-9a5d-8df0faf03f34.jpeg
HIMPUHNEWS - Penyelenggaraan ibadah haji 2026 mencatat perputaran dana yang mencapai Rp29,25 triliun. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan sebagian besar belanja jemaah Indonesia masih dinikmati oleh Arab Saudi. Dari total pengeluaran tersebut, sekitar 70 persen digunakan untuk konsumsi barang dan jasa di negara tujuan ibadah haji, sedangkan hanya 30 persen yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian nasional.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, nilai konsumsi domestik dari penyelenggaraan ibadah haji tahun ini diperkirakan mencapai Rp8,78 triliun, atau sekitar 30 persen dari total pengeluaran jemaah.

“Dari total pengeluaran tersebut kami memperkirakan sekitar Rp8,78 triliun atau 30 persen merupakan konsumsi di dalam negeri, yaitu konsumsi barang dan jasa yang diproduksi di Indonesia atau menggunakan bahan baku dari Indonesia,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Belanja Haji Didominasi BPIH Reguler

BPS mencatat total pengeluaran jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai Rp29,25 triliun. Nilai tersebut berasal dari beberapa komponen, yakni Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) jemaah reguler sebesar Rp17,77 triliun, BPIH haji khusus Rp7,23 triliun, serta pengeluaran pribadi jemaah sekitar Rp4,25 triliun.

Amalia menjelaskan, komponen konsumsi domestik tidak hanya berasal dari aktivitas ekonomi yang berlangsung di Indonesia. Barang yang digunakan selama operasional haji di Arab Saudi juga dihitung sebagai konsumsi domestik apabila menggunakan bahan baku asal Indonesia.

Salah satu contohnya adalah penggunaan bumbu makanan Indonesia untuk konsumsi jemaah selama berada di Arab Saudi.

“Ada juga yang sudah dicek oleh para petugas dan pengawas haji kami. Waktu mereka mengecek ke dapur, bumbu-bumbu yang mereka gunakan juga sudah dari Indonesia sehingga ini sudah kami masukkan di dalam kalkulasi yang 30 persen,” katanya.

70 Persen Pengeluaran Masih Dinikmati Arab Saudi

Di sisi lain, BPS mencatat sekitar Rp20,48 triliun atau 70 persen dari total pengeluaran jemaah digunakan untuk membeli barang dan jasa selama berada di Arab Saudi. Dalam perhitungan BPS, nilai tersebut dikategorikan sebagai konsumsi impor jasa.

Kontribusi konsumsi domestik senilai Rp8,78 triliun itu diperkirakan menyumbang sekitar 0,13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia serta setara dengan 0,84 persen terhadap Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT).

Sementara itu, belanja jemaah di Arab Saudi sebesar Rp20,48 triliun memberikan kontribusi sekitar 7,13 persen terhadap total impor jasa Indonesia.

BPS: Peluang Perkuat Ekonomi Nasional Masih Terbuka

Amalia menilai, dampak ekonomi penyelenggaraan ibadah haji terhadap perekonomian nasional masih dapat ditingkatkan apabila porsi konsumsi produk dalam negeri semakin besar.

Menurutnya, peningkatan penggunaan produk dan jasa domestik dalam penyelenggaraan haji akan memperbesar kontribusi terhadap PDB sekaligus menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang lebih luas bagi perekonomian Indonesia.

“Kalau proporsi yang 30 persen ini dinaikkan menjadi 50 persen atau 60 persen, maka kontribusinya nanti terhadap PDB akan lebih meningkat dan multiplier effect-nya terhadap ekonomi Indonesia pun akan menjadi lebih banyak. Jadi peluangnya ada di sini,” ujar Amalia.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id