himpuh.or.id

HIMPUH Audiensi dengan Kemenpar RI, Bahas Upaya Dongkrak Wisatawan Arab Saudi ke Indonesia

Kategori : Kegiatan, Berita, Ditulis pada : 18 September 2026, 16:36:12

FotoJet - 2026-09-18T164148.505.jpg

HIMPUHNEWS — Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) melakukan audiensi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk membahas upaya meningkatkan kunjungan wisatawan Arab Saudi ke Indonesia.

Audiensi berlangsung di Kantor Kementerian Pariwisata RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Pertemuan tersebut turut membahas penguatan Pariwisata Ramah Muslim sebagai salah satu upaya meningkatkan daya tarik Indonesia bagi wisatawan Muslim mancanegara, khususnya dari kawasan Timur Tengah.

HIMPUH dalam audiensi tersebut diwakili Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Kelembagaan Unang Abdul Fatah, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Teddy Cahyadi, Wakil Ketua Umum Bidang Umrah Fatma Kartika Sari, Wakil Ketua Umum Bidang Wisata Halal Riska Harry, Wakil Ketua Umum Bidang Haji Walied Jafar, serta Wakil Ketua Umum Bidang Hukum Suwartini.

Sementara dari Kementerian Pariwisata hadir Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata, Itok Parikesit.

HIMPUH Siap Dukung Program Kemenpar

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Kelembagaan HIMPUH, Unang Abdul Fatah, menyampaikan kesiapan HIMPUH untuk mendukung program Pariwisata Ramah Muslim yang tengah dikembangkan Kementerian Pariwisata.

Menurut Unang, HIMPUH memiliki posisi strategis untuk turut mendukung upaya tersebut karena merupakan asosiasi yang menaungi para pelaku usaha perjalanan haji dan umrah yang selama ini memiliki interaksi intensif dengan berbagai pihak di Arab Saudi.

HIMPUH saat ini menaungi sekitar 477 perusahaan perjalanan. Jejaring tersebut menjadi salah satu modal yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang lebih besar bagi wisatawan Arab Saudi dan pasar Timur Tengah untuk berkunjung ke Indonesia.

Unang menilai pengembangan wisatawan yang datang ke Indonesia atau inbound tourism juga merupakan ruang yang relevan bagi HIMPUH untuk berkontribusi.

“HIMPUH siap mendukung apa yang menjadi rencana Kementerian Pariwisata,” ujar Unang.

FotoJet - 2026-09-18T164220.435.jpg

Belajar dari Strategi Negara Lain

Wakil Ketua Umum Bidang Wisata Halal HIMPUH, Riska Harry, menyampaikan bahwa Indonesia dapat mempelajari strategi sejumlah negara dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Menurut Riska, berbagai kebijakan yang diterapkan negara lain dapat menjadi referensi untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pariwisata Indonesia.

Ia mencontohkan China yang memberikan fasilitas bebas visa bagi wisatawan dari sejumlah negara sebagai salah satu strategi untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara.

Riska juga menyoroti pengembangan destinasi di Hainan dan sejumlah kawasan lainnya di China yang dilakukan dengan dukungan kebijakan serta strategi khusus untuk meningkatkan daya tarik wisata.

Selain China, Arab Saudi juga dinilai berhasil melakukan pengembangan pariwisata melalui Visi Saudi 2030.

Arab Saudi kini tidak hanya mempromosikan haji dan umrah, tetapi juga secara intensif memperkenalkan berbagai destinasi wisata seperti Riyadh, Jeddah, Dammam, Abha dan Al-Ula.

Menurut Riska, pola tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia dalam mengembangkan dan memasarkan destinasi wisata, khususnya kepada pasar Muslim mancanegara.

Pahami Karakter Wisatawan Arab Saudi

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Haji HIMPUH Walied Jafar menyampaikan pentingnya memahami karakter dan ekspektasi wisatawan Arab Saudi apabila Indonesia ingin menggarap pasar tersebut secara lebih serius.

Berdasarkan pengalaman para pelaku usaha perjalanan yang selama ini berinteraksi dengan pasar Arab Saudi, wisatawan dari negara tersebut memiliki ekspektasi tinggi terhadap kualitas pelayanan.

Mereka cenderung menginginkan layanan dan fasilitas berstandar premium, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi hingga pengalaman selama perjalanan.

Menurut Walied, karakter tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyusunan produk wisata Indonesia untuk pasar Arab Saudi.

Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi peluang karena terdapat segmen wisatawan dengan daya beli yang mendukung produk wisata dengan layanan berkualitas tinggi.

Potensi Besar dari Penerbangan Haji

Walied juga menyampaikan salah satu peluang yang dapat dikaji untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Arab Saudi ke Indonesia, yakni melalui konektivitas penerbangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji.

Ia menjelaskan, terdapat penerbangan yang membawa jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi dan pada perjalanan tertentu kembali ke Indonesia dalam kondisi tanpa penumpang.

Potensi tersebut, menurut Walied, dapat dioptimalkan melalui skema kerja sama yang memungkinkan kapasitas penerbangan tersebut turut mendukung arus wisatawan dari Arab Saudi ke Indonesia.

“Ketika berangkat mengantarkan jemaah haji, mereka pulang dalam keadaan kosong. Ini bisa dimaksimalkan untuk menggaet wisatawan Arab Saudi dengan kerangka kerja sama yang mungkin lebih menarik,” kata Walied.

Potensi tersebut juga didukung oleh cakupan penerbangan haji Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Sumatera, Jawa hingga Makassar.

Selain itu, momentum liburan setelah musim haji juga dinilai menjadi peluang. Sebagian masyarakat Arab Saudi memanfaatkan masa tersebut untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.

HIMPUH melihat kondisi ini sebagai peluang untuk memperkenalkan Indonesia sebagai salah satu pilihan destinasi bagi wisatawan Arab Saudi.

Kemenpar: Kolaborasi dengan HIMPUH Langkah Tepat

Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kementerian Pariwisata, Itok Parikesit, menyampaikan apresiasi atas kehadiran HIMPUH dan berbagai masukan yang disampaikan dalam audiensi.

Menurut Itok, HIMPUH memiliki posisi yang relevan dalam mendukung pengembangan Pariwisata Ramah Muslim Indonesia karena memiliki jejaring luas di industri perjalanan haji dan umrah serta hubungan yang intensif dengan berbagai pihak di Arab Saudi.

Itok juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia berada di posisi kedua bersama Turki dan Arab Saudi dalam pemeringkatan destinasi wisata ramah Muslim dunia, sementara Malaysia berada di posisi pertama.

Ia berharap posisi Indonesia dapat terus meningkat hingga mampu menjadi destinasi wisata ramah Muslim peringkat pertama dunia.

Dalam konteks tersebut, Itok memandang kolaborasi dengan HIMPUH sebagai langkah yang tepat, terutama untuk memperkuat upaya menjangkau wisatawan Muslim mancanegara.

Berbagai poin yang disampaikan HIMPUH dalam audiensi tersebut akan segera disampaikan Itok kepada Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebagai bahan masukan dalam pengembangan program Pariwisata Ramah Muslim Indonesia.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id