Konflik Houthi-Saudi Memanas, Pakar Ingatkan Dampaknya ke Jemaah Umrah Indonesia
HIMPUHNEWS - Perjalanan jemaah umrah Indonesia berpotensi ikut terdampak apabila konflik antara kelompok Houthi dan Arab Saudi terus memanas dan mulai mengganggu ruang udara. Risiko tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena operasional penerbangan menjadi salah satu sektor yang paling rentan terdampak eskalasi keamanan di kawasan.
Pakar geopolitik Timur Tengah Yon Machmudi mengatakan potensi gangguan terhadap jalur penerbangan perlu diantisipasi, terutama jika konflik berkembang mendekati kawasan kota suci.
"Kalau memang ada potensi gangguan wilayah udara, ataupun juga (serangan ke) kedua kota suci misalnya sampai ke arah sana ya memang harus segera diantisipasi," kata Yon dilansir dari Kompas.com, Kamis (17/9/2026).
Gangguan Ruang Udara Jadi Risiko Utama
Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia itu menilai kondisi penerbangan menuju Arab Saudi sejauh ini masih dapat dikendalikan. Namun, perkembangan konflik tetap perlu dicermati karena eskalasi serangan dapat memengaruhi aktivitas penerbangan sipil.
Yon juga menilai kelompok Houthi akan mempertimbangkan secara serius dampak politik dan geopolitik jika serangannya sampai menyasar Mekkah maupun Madinah. Kedua kota tersebut memiliki posisi yang sangat sensitif bagi negara-negara Muslim.
"Tentu saja Houthi akan menghitung, enggak akan berani berkonfrontasi sampai mengorbankan simbol kota suci itu ya, karena nanti pasti berhadapan dengan negara-negara lain, terutama dunia Islam," tuturnya.
Peringatan mengenai keamanan sebelumnya juga sempat dikeluarkan otoritas Arab Saudi untuk sejumlah wilayah. Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah menyebut beberapa daerah yang sempat masuk dalam peringatan bahaya antara lain Mekkah, Taif, dan Jeddah.
Meski peringatan tersebut kemudian dicabut, warga negara Indonesia di Arab Saudi tetap diminta waspada dan terus mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi.
Sejauh ini, belum ada laporan WNI yang terdampak langsung dari konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi tersebut.
Konflik Kembali Memanas
Ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat setelah beberapa tahun relatif mereda seiring gencatan senjata. Arab Saudi sebelumnya memimpin koalisi yang memerangi kelompok Houthi sejak 2015.
Pertempuran kembali meningkat bulan ini setelah Houthi memperbanyak serangan, sementara pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menghadapi tekanan.
Pejabat Pemerintah Yaman mengatakan Houthi kini menguasai hampir seluruh pantai barat Yaman di sepanjang Laut Merah. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok tersebut juga merebut Pulau Perim yang terletak di pintu masuk Laut Merah.
"Kelompok Houthi berada di bawah tekanan berat. Mereka pada gilirannya semakin meningkatkan tekanan terhadap Saudi dengan memperbanyak serangan rudal dan drone," kata seorang pejabat Yaman kepada Reuters.
Sebagai respons terhadap meningkatnya serangan, angkatan udara Arab Saudi dan Yaman meningkatkan pengeboman terhadap sejumlah sasaran Houthi, termasuk wilayah di sekitar pelabuhan bersejarah Mocha di Laut Merah.
Perkembangan ini membuat jalur udara dan keamanan regional menjadi faktor penting yang perlu terus dipantau, terutama bagi perjalanan internasional menuju Arab Saudi, termasuk keberangkatan jemaah umrah dari Indonesia.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

