himpuh.or.id

Ada Ancaman Drone di Saudi, Kemenhaj Beri Imbauan ini untuk Jemaah Umrah

Kategori : Berita, Ditulis pada : 17 September 2026, 08:35:29

WhatsApp Image 2026-09-17 at 08.36.31.jpeg

HIMPUHNEWS — Jemaah umrah Indonesia yang akan bertolak ke Tanah Suci diminta memastikan lebih dulu status penerbangannya sebelum berangkat menuju bandara. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengeluarkan imbauan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan keamanan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo meminta jemaah yang belum berangkat terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Kepastian jadwal dan teknis penerbangan harus diperoleh sebelum jemaah meninggalkan rumah menuju bandara.

"Jemaah kami minta tetap tenang. Bagi yang belum berangkat, terus berkoordinasi dengan PPIU masing-masing dan memantau perkembangan penerbangan. Jangan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi," kata Puji dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Jangan Berangkat ke Bandara Sebelum Jadwal Pasti

Puji menekankan PPIU harus segera menyampaikan setiap perubahan maupun penyesuaian jadwal penerbangan kepada jemaah. Informasi mengenai waktu keberangkatan hingga arahan teknis terbaru dinilai penting untuk menghindari jemaah terlanjur datang ketika penerbangan belum mendapatkan kepastian.

"Jangan sampai jemaah sudah tiba di bandara, sementara jadwal penerbangannya belum mendapat kepastian. Pastikan seluruh informasi melalui PPIU sebelum berangkat dari rumah," ujarnya.

Kemenhaj juga meminta PPIU lebih aktif dan terbuka dalam menyampaikan perkembangan kepada jemaah. Perubahan jadwal, perkembangan operasional penerbangan, hingga langkah penanganan perlu dikomunikasikan dengan jelas sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah situasi yang berkembang cepat.

Bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, koordinasi juga diminta tetap dijaga. Kemenhaj mengarahkan jemaah yang membutuhkan informasi maupun pendampingan untuk berkomunikasi dengan PPIU serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

"Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dapat berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI. Jangan mengambil langkah sendiri. Pastikan komunikasi tetap terhubung agar setiap persoalan dapat ditangani dengan tepat," kata Puji.

Waspadai Informasi yang Belum Terverifikasi

Di tengah derasnya informasi mengenai kondisi keamanan di Arab Saudi, Kemenhaj turut mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar melalui media sosial.

Informasi mengenai perjalanan umrah maupun penerbangan sebaiknya diperoleh melalui PPIU, maskapai penerbangan, kanal resmi pemerintah, serta perwakilan Indonesia di Arab Saudi. Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Kemenhaj menyediakan layanan pengaduan melalui nomor 0811-888-5888. Masyarakat dapat menyampaikan informasi maupun pengaduan terkait penyelenggaraan haji dan umrah melalui kanal tersebut. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi berdasarkan substansi dan kewenangannya sebelum ditindaklanjuti.

"Jemaah harus tetap tenang, memantau perkembangan, dan berkoordinasi dengan PPIU. Hal terpenting adalah memastikan jemaah memperoleh informasi yang jelas sehingga perjalanan berlangsung aman dan tertib," tutup Puji.

Drone Dicegat di Selatan Makkah

Imbauan Kemenhaj muncul setelah situasi keamanan Arab Saudi menjadi perhatian menyusul peningkatan ketegangan dengan kelompok Houthi.

Arab Saudi sebelumnya mengeluarkan peringatan darurat mengenai potensi serangan di Makkah sebelum peringatan tersebut kemudian dicabut.

Dilansir Saudi Press Agency (SPA), pertahanan udara Arab Saudi dilaporkan mencegat dan menghancurkan drone Houthi di wilayah selatan Makkah pada Selasa (15/9/2026) malam. Drone disebut berhasil dicegat sebelum memasuki wilayah udara terlarang Kota Makkah.

Juru bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Mayjen Turki Al-Maliki, mengatakan Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi mencegat drone tersebut sekitar pukul 18.50 waktu setempat.

"Tindakan permusuhan dan teroris ini adalah upaya kedua untuk menargetkan Makkah, setelah upaya pertama dengan rudal balistik pada 27 Juli 2017," lapor SPA, Rabu (16/9/2026).

Namun, sumber militer Yaman membantah pihaknya menargetkan Makkah maupun situs-situs suci lainnya. Menurut laporan Saba, sumber tersebut mengecam klaim Arab Saudi mengenai adanya ancaman Yaman terhadap Kota Suci Makkah.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id