himpuh.or.id

Situasi Saudi Memanas, Kemenhaj Pastikan Penerbangan Umrah Masih Sesuai Jadwal

Kategori : Berita, Ditulis pada : 18 September 2026, 09:00:07

ilustrasi-terminal-2f-bandara-soekarno-hatta-1783402440127_169.jpeg
HIMPUHNEWS — Sebanyak 18.165 jemaah umrah Indonesia dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada 21–29 September 2026. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan perjalanan umrah masih berlangsung normal meski kewaspadaan keamanan meningkat di sejumlah wilayah Arab Saudi, termasuk Mekkah, Jeddah, dan Taif.

Hingga Kamis (17/9/2026), Kemenhaj belum menerima laporan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terkait penundaan keberangkatan maupun perubahan jadwal perjalanan.

“Tidak. Keberangkatan jemaah umrah tetap berjalan normal. Kami belum mendapatkan laporan penundaan dari PPIU/travel umrah,” kata Biro Humas Kemenhaj RI Moh. Hasan Affandi.

Kemenhaj juga masih melakukan pendataan terhadap jumlah jemaah Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi. Data tersebut terus berubah karena keberangkatan dan kepulangan jemaah masih berlangsung.

“Untuk yang di Arab Saudi kami sedang kumpulkan datanya. Namun karena keberangkatan dan kepulangan terus berjalan, datanya akan terus berubah,” jelas Hasan.

Penerbangan Jemaah Masih Sesuai Jadwal

Selain keberangkatan umrah yang masih berjalan, Kemenhaj belum menerima laporan gangguan terhadap operasional penerbangan jemaah Indonesia.

Menurut Hasan, informasi dari tim Kemenhaj di Arab Saudi menunjukkan penerbangan masih berlangsung sesuai jadwal.

“Belum ada. Laporan tim kami di Saudi pun menyebutkan penerbangan tetap sesuai jadwal,” ujarnya.

Kemenhaj juga belum menerima laporan mengenai pembatalan paket umrah oleh calon jemaah Indonesia akibat perkembangan situasi keamanan tersebut.

Dengan kondisi itu, proses keberangkatan maupun kepulangan jemaah sejauh ini masih berlangsung seperti biasa.

Jemaah Diminta Cek Ulang Jadwal Sebelum ke Bandara

Meski operasional berjalan normal, Kemenhaj meminta calon jemaah tetap meningkatkan kehati-hatian. Salah satunya dengan memastikan kembali jadwal penerbangan dan memperoleh informasi terbaru dari PPIU sebelum berangkat menuju bandara.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo mengatakan, PPIU harus menjadi rujukan utama bagi jemaah dalam memperoleh informasi teknis perjalanan.

“Jemaah kami minta tetap tenang. Bagi yang belum berangkat, terus berkoordinasi dengan PPIU masing-masing dan memantau perkembangan penerbangan. Jangan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi,” kata Puji.

Menurutnya, setiap perubahan maupun penyesuaian jadwal penerbangan harus segera disampaikan kepada jemaah.

Langkah tersebut diperlukan agar jemaah tidak datang ke bandara sebelum memperoleh kepastian mengenai keberangkatan.

“Jangan sampai jemaah sudah tiba di bandara, sementara jadwal penerbangannya belum mendapat kepastian. Pastikan seluruh informasi melalui PPIU sebelum berangkat dari rumah,” ujarnya.

PPIU Diminta Aktif Berkomunikasi

Kemenhaj juga meminta PPIU menjaga komunikasi dengan jemaah secara aktif, terutama apabila terdapat perubahan operasional penerbangan maupun kebutuhan penanganan tertentu di lapangan.

Sementara bagi jemaah yang telah berada di Arab Saudi, koordinasi dapat dilakukan melalui PPIU maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) jika membutuhkan informasi atau pendampingan.

“Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dapat berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI. Jangan mengambil langkah sendiri. Pastikan komunikasi tetap terhubung agar setiap persoalan dapat ditangani dengan tepat,” kata Puji.

Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar tidak langsung mempercayai informasi mengenai keamanan maupun penerbangan yang beredar di media sosial.

Informasi perjalanan umrah diminta dikonfirmasi melalui PPIU, maskapai penerbangan, kanal resmi pemerintah, atau perwakilan Indonesia di Arab Saudi.

Masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan terkait penyelenggaraan haji dan umrah dapat menghubungi layanan Kemenhaj di nomor 0811-888-5888. Setiap laporan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

“Jemaah harus tetap tenang, memantau perkembangan, dan berkoordinasi dengan PPIU. Hal terpenting adalah memastikan jemaah memperoleh informasi yang jelas sehingga perjalanan berlangsung aman dan tertib,” tutup Puji.

 

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id