Kemenhaj Siapkan Kanal Kawal Haji, Janjikan Respons Cepat Aduan Jamaah Soal Layanan di Tanah Suci

HIMPUHNEWS - Pemerintah menyiapkan langkah khusus untuk memperkuat pengawasan layanan haji tahun ini. Kementerian Haji dan Umrah akan mengoptimalkan kanal Kawal Haji sebagai pusat pengaduan resmi jamaah terkait berbagai persoalan penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci.
Optimalisasi kanal Kawal Haji diarahkan untuk menampung laporan dari jamaah, keluarga jamaah, hingga masyarakat umum. Kanal ini disiapkan sebagai satu pintu pengaduan atas dinamika layanan haji, mulai dari akomodasi, katering, hingga transportasi.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menilai keberadaan kanal resmi menjadi sangat penting di tengah maraknya keluhan yang selama ini kerap muncul di media sosial tanpa kejelasan tindak lanjut.
Antisipasi Keluhan yang Viral
Menurut Ichsan, Kawal Haji juga berfungsi sebagai sarana klarifikasi. Isu atau konten viral yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dapat dilaporkan melalui kanal tersebut agar segera diverifikasi dan ditangani oleh petugas berwenang.
"Kita punya kanal Kawal Haji yang Insya Allah ini akan menjadi pusat pengaduan berbagai dinamika yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk kaitan dengan isu media sosial yang muncul di ruang publik," ujar Ichsan kepada wartawan usai menjadi pemateri dalam Diklat Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 Hijriah/2026 di Asrama Haji Pondok Gede belum lama ini.
Respons Lebih Cepat dan Terukur
Ia menegaskan, setiap laporan yang masuk melalui Kawal Haji memungkinkan petugas merespons masalah secara lebih cepat dan terarah. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding membiarkan persoalan berkembang di ruang publik tanpa solusi yang jelas.
"Selama ini dalam proses penyelenggaraan sebelumnya, kita bisa melihat kanal ini cukup efektif dalam menyelesaikan berbagai dinamika, baik yang terjadi dalam tugas-tugas pelayanan maupun dinamika berkaitan dengan keberadaan jamaah kita di Tanah Suci," ujar Ichsan.
Selain penguatan kanal pengaduan, Kemenhaj juga mendorong peran media untuk mengedukasi jamaah agar lebih bijak dalam menyampaikan keluhan. Jamaah diimbau melapor terlebih dahulu kepada petugas atau melalui aplikasi resmi, bukan langsung memviralkan persoalan di media sosial.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga suasana penyelenggaraan haji tetap kondusif, sekaligus memastikan setiap kendala teknis dapat ditangani secara profesional.
Dengan optimalisasi Kawal Haji, Kemenhaj menargetkan pelaksanaan haji 2026 yang lebih tenang dan terukur, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
