Percepat Proses Imigrasi Umrah, Saudi Pasang E-Gate di Bandara Jeddah dan Madinah

HIMPUHNEWS - Pemerintah Arab Saudi mulai mengoperasikan teknologi gerbang elektronik (E-gate) di dua bandara utama, yakni Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz di Madinah, untuk mempercepat proses kedatangan dan keberangkatan jemaah umrah.
Penerapan teknologi ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Paspor Arab Saudi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah, khususnya selama musim umrah Ramadan ketika jumlah kedatangan meningkat signifikan.
Melalui sistem E-gate, jemaah umrah dapat menyelesaikan proses imigrasi secara mandiri hanya dalam hitungan detik. Sistem ini bekerja dengan memverifikasi data biometrik pengguna sehingga proses pemeriksaan di konter paspor dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Melansir kantor berita Saudi SPA, Teknologi tersebut diharapkan mampu memperlancar arus penumpang sekaligus mengurangi antrean panjang di area pemeriksaan paspor di bandara.
Antisipasi Lonjakan Jemaah Umrah Ramadan
Penerapan E-gate menjadi langkah strategis pemerintah Arab Saudi dalam mengantisipasi lonjakan jumlah jemaah yang datang selama bulan Ramadan.
Pada periode tersebut, jutaan umat Muslim dari berbagai negara datang ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah, sehingga layanan keimigrasian membutuhkan sistem yang lebih cepat dan efisien.
Dengan adanya sistem gerbang elektronik ini, proses kedatangan maupun keberangkatan jemaah diharapkan menjadi lebih lancar.
Direktorat Jenderal Paspor menyebut penerapan teknologi E-gate merupakan bagian dari rencana besar Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.
Selain di bandara, berbagai layanan digital juga dikembangkan di sejumlah lokasi yang melayani jemaah dan pengunjung, termasuk di area masjid utama, titik perbatasan, serta pusat penerimaan jemaah.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sistem pelayanan sekaligus meningkatkan pengalaman perjalanan para jemaah yang datang ke Tanah Suci.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
