himpuh.or.id

Suhu Makkah Tembus 39°C Jelang Haji 2026, Jemaah Diminta Waspadai Risiko Dehidrasi

Kategori : Berita, Ditulis pada : 21 April 2026, 08:30:02

hajj-pilgrimage-mecca-heat-02.jpg

HIMPUHNEWS - Kondisi cuaca ekstrem mulai membayangi pelaksanaan ibadah haji 2026. Suhu udara di Arab Saudi, khususnya di Makkah dan Madinah, tercatat sudah berada di kisaran tinggi bahkan sebelum puncak musim panas tiba.

Di Kota Makkah, suhu siang hari mencapai sekitar 39 derajat Celsius, sementara di Madinah berkisar 38 derajat Celsius. Kombinasi panas dan kelembapan rendah dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan bagi jemaah haji, terutama dehidrasi.

Udara Kering Percepat Kehilangan Cairan Tubuh

Tenaga kesehatan dari Tim Kesehatan Penyelenggara Ibadah Haji (PKPPJH) Sektor 1 Daerah Kerja Bandara, M Fathi Banna Al Faruqi, menjelaskan kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini.

“Perbedaan suhu dan kelembapan ini perlu diantisipasi, karena udara kering membuat cairan tubuh lebih cepat menguap dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan,” ujarnya saat diwawancarai di area hotel Daker Bandara, Kota Madinah, Arab Saudi, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, meski suhu tinggi sudah terjadi, kondisi ini belum mencapai puncak musim panas. Namun karakter udara yang kering justru menjadi faktor utama yang mempercepat dehidrasi.

Gejala Ringan Sering Tak Disadari

Fathi menyebutkan, dehidrasi ringan menjadi keluhan yang paling sering dialami jemaah. Kondisi ini kerap luput dari perhatian karena keringat langsung menguap tanpa terasa.

Salah satu tanda awal yang umum muncul adalah bibir kering hingga pecah-pecah. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi luka terbuka dan meningkatkan risiko infeksi.

Selain itu, jemaah juga berpotensi mengalami sariawan yang dapat berdampak pada penurunan asupan makanan.

“Ketika bibir pecah atau sariawan, jamaah menjadi tidak nyaman saat makan. Dampaknya, asupan energi berkurang dan kondisi dehidrasi bisa semakin parah,” jelasnya.

Ia menambahkan, gangguan tersebut meski terlihat ringan, dapat memengaruhi kelancaran ibadah karena berhubungan langsung dengan stamina jemaah.

Pola Minum Jadi Kunci Pencegahan

Untuk mencegah dehidrasi, jemaah diimbau menjaga pola konsumsi cairan secara teratur, tidak menunggu hingga merasa haus.

Fathi menyarankan pola minum sedikit tetapi sering agar cairan tubuh tetap stabil.

“Disarankan minum dua teguk setiap 10 menit. Cara ini menjaga cairan tubuh tetap stabil tanpa membuat jamaah terlalu sering ke kamar kecil,” katanya.

Menurutnya, pola tersebut lebih efektif dibandingkan minum dalam jumlah besar sekaligus, yang justru dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan berpotensi mengganggu aktivitas ibadah.

Bawa Air dan Gunakan Pelembap Bibir

Selain menjaga hidrasi, jemaah juga dianjurkan selalu membawa botol minum, baik berisi air putih maupun air zamzam, agar kebutuhan cairan dapat terpenuhi setiap saat.

Upaya lain yang disarankan adalah menjaga kelembapan bibir dengan menggunakan pelembap seperti lip balm atau produk berbasis petroleum jelly.

Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk melindungi tubuh dari dampak cuaca panas dan udara kering selama menjalankan ibadah haji.

“Langkah-langkah sederhana ini penting agar jamaah tetap sehat dan bisa menjalankan ibadah dengan optimal,” ujarnya.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id