Siap Hadapi Musim Umrah 1448 H, Ventour Travel Mulai Keberangkatan Perdana 13 Juni 2026

HIMPUHNEWS – Ventour Travel menyatakan siap menyambut musim Umrah 1448 H dengan memulai keberangkatan perdana jemaah pada 13 Juni 2026.
Berbagai persiapan operasional disebut telah dilakukan sejak jauh hari, mulai dari pengamanan tiket pesawat, pemesanan hotel, hingga penerbitan visa bagi para jemaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci.
Direktur Utama Ventour Travel, Annissa Zulfida Umasugi, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat begitu sistem visa umrah kembali dibuka pasca musim haji oleh Arab Saudi pada 31 Mei lalu.
"Alhamdulillah kalau Ventour sendiri persiapannya sudah berjalan. Insya Allah keberangkatan perdana kami akan dimulai pada 13 Juni 2026. Begitu sistem provider dibuka kembali, kami langsung melakukan proses penerbitan visa jemaah," ujar Annissa kepada Himpuh News, Jumat (5/6/2026), di Depok, Jawa Barat.
Menurut Annissa, kesiapan tersebut bukan dilakukan dalam waktu singkat. Ventour telah melakukan pemesanan hotel sejak April 2026, sementara kebutuhan tiket penerbangan untuk musim umrah tahun ini telah diamankan jauh lebih awal, yakni sejak Januari 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian layanan kepada jemaah sekaligus mengantisipasi berbagai tantangan yang diperkirakan akan mewarnai penyelenggaraan umrah musim 1448 H.
Ia mengakui bahwa musim umrah tahun ini dihadapkan pada sejumlah tantangan yang tidak mudah. Mulai dari kenaikan harga tiket penerbangan pada sejumlah maskapai, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, hingga situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus menjadi perhatian pelaku industri perjalanan.
Meski demikian, Ventour telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga keberlangsungan operasional dan memberikan rasa tenang kepada para jemaah.
"Alhamdulillah sebagian besar kebutuhan penerbangan sudah kami amankan jauh hari. Untuk maskapai-maskapai Timur Tengah seperti Qatar Airways, Emirates, dan Etihad relatif tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Kalaupun ada penyesuaian harga seperti Oman sekitar Rp500-Rp800 ribu, masih bisa kami cover," katanya.
Menurut Annissa, pengamanan kursi penerbangan sejak awal tahun menjadi salah satu strategi penting yang dilakukan perusahaan untuk menghadapi dinamika pasar menjelang musim umrah.
Saat ini, kata dia, Ventour telah mengamankan kebutuhan tiket penerbangan hingga Desember 2026 sehingga kepastian jadwal keberangkatan jemaah dapat dihadirkan.
Memasuki awal musim umrah, Ventour menargetkan operasional yang cukup padat. Dalam periode 13 hingga 30 Juni 2026 saja, perusahaan tersebut dijadwalkan memberangkatkan sekitar 30 grup jemaah ke Tanah Suci.

Dari sisi pelayanan, Ventour mengembangkan konsep customer journey yang berfokus pada pengalaman jemaah sejak proses pendaftaran hingga kembali ke Tanah Air.
Konsep tersebut mencakup seluruh tahapan pelayanan, mulai dari konsultasi awal, proses administrasi, pembinaan sebelum keberangkatan, pelayanan selama di Tanah Suci, hingga pendampingan setelah jemaah menjadi alumni.
"Kami ingin pengalaman jemaah tidak berhenti ketika mereka pulang dari umrah. Kami ingin hubungan itu terus terjaga sehingga mereka merasa menjadi bagian dari keluarga besar Ventour," kata Annissa.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, juga menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya tingkat rekomendasi dari para alumni kepada keluarga dan kerabat mereka.
Sebagai bagian dari strategi memperluas akses masyarakat terhadap ibadah umrah, Ventour menghadirkan berbagai pilihan paket yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan calon jemaah.
Mulai dari program ekonomis atau Low Cost Umrah (LCU), paket reguler, hingga program premium dengan berbagai fasilitas tambahan tersedia dalam portofolio perusahaan.
"Kami ingin menjangkau sebanyak mungkin kalangan. Karena kebutuhan setiap jemaah berbeda-beda, maka pilihan paket juga harus beragam," ujarnya.
Selain itu, Ventour juga menawarkan kemudahan pembayaran melalui uang muka mulai Rp1 juta serta jadwal keberangkatan yang relatif cepat, yakni sekitar 30 hingga 45 hari setelah proses pelunasan selesai dilakukan.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
