himpuh.or.id

Arab Saudi Masuki Periode Terpanas, Jamaah Umrah Diimbau Waspadai Suhu Ekstrem

Kategori : Berita, Ditulis pada : 20 Juli 2026, 10:00:52

Cuaca-Ekstrem-di-Makkah-Eranesia.jpeg

HIMPUHNEWS - Arab Saudi resmi memasuki Jamrat Al-Qaydh, fase yang dikenal sebagai periode terpanas dalam musim panas di Kerajaan. Fase yang dimulai pada Kamis (17/7/2026) ini diperkirakan berlangsung hingga awal Agustus dengan suhu udara mencapai puncak tertinggi di berbagai wilayah.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat maupun jamaah umrah yang tengah berada di Tanah Suci. Pemerintah mengimbau seluruh aktivitas di luar ruangan dilakukan dengan lebih berhati-hati untuk menghindari dampak buruk paparan panas.

Melansir Saudi Press Agency (SPA), anggota Afaq Astronomy Society, Burjas Al-Falih, menjelaskan bahwa awal Jamrat Al-Qaydh bertepatan dengan dimulainya periode astronomi kedua rasi Gemini yang dikenal sebagai Al-Han'ah.

Menurut Al-Falih, Al-Han'ah berlangsung selama 13 hari dan merupakan fase astronomi keempat pada musim panas.

Sementara itu, Jamrat Al-Qaydh umumnya dimulai pada pertengahan Juli hingga awal Agustus. Selama periode tersebut, sebagian besar wilayah Arab Saudi mengalami lonjakan suhu yang sangat tinggi disertai angin panas.

Di kawasan pesisir, kondisi cuaca juga ditandai dengan meningkatnya tingkat kelembapan sehingga suhu terasa lebih menyengat.

Dijuluki "Pemasak Kurma"

Jamrat Al-Qaydh telah lama dikenal masyarakat Arab dengan sebutan "Tabbakh Al-Tamr" atau "pemasak kurma".

Julukan tersebut muncul karena suhu panas yang ekstrem mampu mempercepat proses pematangan buah kurma hingga memasuki fase rutab, yaitu tahap ketika buah mulai matang, bertekstur lembut, dan memiliki kadar air yang lebih tinggi sebelum akhirnya menjadi kurma kering.

Fenomena ini menjadi salah satu penanda penting dalam siklus panen kurma yang telah dikenal masyarakat Arab sejak lama.

Jamaah Umrah Diminta Hindari Aktivitas saat Puncak Panas

Menghadapi periode cuaca ekstrem tersebut, Al-Falih mengimbau masyarakat untuk mematuhi panduan keselamatan yang telah dikeluarkan pemerintah Arab Saudi.

Ia menyarankan agar aktivitas di luar ruangan, terutama yang terpapar sinar matahari langsung, dihindari pada waktu puncak panas, yakni mulai tengah hari hingga sore.

Selain itu, masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air dan cairan untuk mencegah dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), maupun serangan panas (heatstroke).

Imbauan tersebut juga ditujukan kepada jamaah umrah dan pengunjung yang berada di Arab Saudi selama musim panas, mengingat suhu udara pada periode Jamrat Al-Qaydh dapat mencapai level ekstrem di sejumlah wilayah Kerajaan.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id