Sering Dengar Pengumuman Sebelum Salat Jenazah di Masjidil Haram? Ini Arti 4 Lafaznya

HIMPUHNEWS - Jemaah yang pernah salat di Masjidil Haram, Makkah, maupun Masjid Nabawi, Madinah, mungkin pernah mendengar pengumuman singkat berbahasa Arab setelah salat fardu, sesaat sebelum salat jenazah dimulai.
Bagi sebagian jemaah, lafaz tersebut mungkin terdengar sekilas seperti pengumuman biasa. Padahal, kalimat yang disampaikan memiliki fungsi khusus, yakni memberi tahu jemaah siapa yang akan disalatkan dalam salat jenazah.
Pengumuman itu dibedakan berdasarkan jumlah dan kategori jenazah. Setidaknya terdapat empat lafaz yang digunakan dalam situasi berbeda.
Empat Lafaz, Empat Kondisi
Lafaz pertama adalah “As-salātu ‘ala al-mayyit”.
Pengumuman ini digunakan apabila terdapat satu jenazah dewasa yang akan disalatkan. Dalam bahasa Arab, al-mayyitberarti orang yang meninggal atau jenazah dalam bentuk tunggal.
Sementara apabila terdapat lebih dari satu jenazah dewasa, pengumuman yang digunakan adalah “As-salātu ‘ala al-amwāt”.
Kata al-amwāt merupakan bentuk jamak yang merujuk kepada beberapa orang yang telah meninggal.
Lafaz berikutnya adalah “As-salātu ‘ala al-ṭifl”. Pengumuman ini digunakan apabila jenazah yang akan disalatkan adalah seorang anak. Kata al-ṭifl berarti anak.
Adapun apabila terdapat jenazah orang dewasa sekaligus anak-anak yang akan disalatkan pada waktu yang sama, lafaz yang digunakan adalah “Al-amwāt wa al-ṭifl”.
Dengan demikian, perbedaan pengumuman tersebut bukan sekadar variasi bahasa, melainkan penanda mengenai siapa yang menjadi objek salat jenazah.
Mengapa Pengumuman Ini Penting?
Informasi mengenai jenazah yang akan disalatkan menjadi penting karena setiap jemaah perlu membentuk niat sebelum mengikuti salat jenazah.
Pengumuman tersebut membantu menghilangkan ketidakjelasan mengenai siapa yang akan disalatkan, terutama dalam kondisi jamaah yang sangat besar.
Di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, tidak semua jemaah berada dekat dengan posisi jenazah. Jemaah yang berada di saf jauh bahkan bisa saja tidak melihat jenazah secara langsung.
Karena itu, lafaz pengumuman berfungsi memberikan informasi kepada seluruh jamaah sebelum salat dimulai.
Perbedaan antara al-mayyit, al-amwāt, dan al-ṭifl pada akhirnya membantu jemaah mengetahui apakah salat jenazah ditujukan bagi satu orang dewasa, beberapa orang dewasa, seorang anak, atau kombinasi jenazah dewasa dan anak.
Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, salat jenazah dilaksanakan setelah salat fardu.
Bagi jemaah yang memahami arti pengumuman tersebut, lafaz singkat sebelum salat jenazah bukan lagi sekadar suara yang terdengar setelah salat wajib, melainkan informasi penting untuk membantu menentukan niat dalam mengikuti salat jenazah.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
