Tonggak Bersejarah Riyadh Air, Dua Dreamliner Perdana Resmi Mendarat di Arab Saudi

HIMPUHNEWS – Langkah besar menuju transformasi sektor penerbangan Arab Saudi kembali ditandai dengan kedatangan dua pesawat perdana milik Riyadh Air di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
Maskapai nasional baru Arab Saudi yang sepenuhnya dimiliki oleh Public Investment Fund (PIF) tersebut resmi menerima dua unit Boeing 787-9 Dreamliner pertama yang dirancang khusus untuk Riyadh Air.
Kedua pesawat tiba secara bersamaan pada Jumat pagi waktu setempat dan disambut dengan tradisi water cannon salute sesaat setelah mendarat di ibu kota Kerajaan.
Pesawat yang menggunakan kode panggil Riyadh 1 dan Riyadh 2 tersebut masing-masing terdaftar dengan registrasi HZ-RXAA dan HZ-RXAB. Keduanya menjadi armada pertama dari total 72 Boeing 787 Dreamliner yang telah dipesan Riyadh Air sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang perusahaan.
Kedatangan dua pesawat ini menjadi tonggak penting bagi maskapai yang digadang-gadang akan menjadi salah satu pemain utama dalam industri penerbangan global sekaligus motor penggerak transformasi ekonomi Arab Saudi melalui program Vision 2030.
CEO Riyadh Air, Tony Douglas, menyebut momen tersebut sebagai hari bersejarah tidak hanya bagi perusahaan yang dipimpinnya, tetapi juga bagi sektor penerbangan Arab Saudi secara keseluruhan.
"Melihat Dreamliner pertama kami mendarat di Riyadh adalah momen yang benar-benar bersejarah. Ini merupakan hari penting bagi dunia penerbangan Arab Saudi dan bagian dari perjalanan besar Vision 2030," ujar Douglas seperti dilansir dari SPA.
Ia menegaskan bahwa Riyadh Air tidak sekadar membangun sebuah maskapai penerbangan baru, tetapi juga sedang menciptakan gerbang baru yang menghubungkan Arab Saudi dengan dunia.
"Kami tidak hanya membangun sebuah maskapai. Kami sedang membuka gerbang baru menuju dunia dari jantung Kerajaan Arab Saudi. Kami siap menyambut dunia ke Riyadh," katanya.
Sebagai maskapai yang dibentuk untuk mendukung diversifikasi ekonomi Arab Saudi, Riyadh Air memiliki target ambisius untuk menghubungkan Riyadh dengan lebih dari 100 destinasi internasional pada tahun 2030.
Untuk mewujudkan target tersebut, perusahaan berencana memperluas armadanya hingga lebih dari 180 pesawat berbadan sempit dan berbadan lebar dalam beberapa tahun ke depan.
Memanfaatkan posisi strategis Arab Saudi yang berada di persimpangan Asia, Afrika, dan Eropa, Riyadh Air ingin menjadikan Riyadh sebagai salah satu pusat transit dan konektivitas global baru di kawasan Timur Tengah.
Maskapai tersebut juga menargetkan dapat melayani hampir 20 destinasi internasional sebelum akhir tahun ini, sebagai bagian dari tahap awal operasional komersialnya.
Kehadiran Riyadh Air menjadi salah satu proyek strategis utama dalam Vision 2030 yang bertujuan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata, transportasi, dan logistik terhadap perekonomian nasional.
Pemerintah Arab Saudi menargetkan sektor penerbangan mampu mendukung pertumbuhan jumlah wisatawan internasional, memperkuat konektivitas global, serta menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
