himpuh.or.id

Raker dengan DPR, Menhaj Paparkan Update Kesiapan Haji 2026, Berikut Rinciannya!

Kategori : Berita, Ditulis pada : 22 Januari 2026, 07:00:58

menteri-haji-dan-umrah-mochamad-irfan-yusuf-1768984569979_169.png.jpeg

HIMPUHNEWS - Pemerintah mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026. Salah satu langkah krusial yang sudah dilakukan adalah pengamanan pembiayaan serta pemesanan awal layanan utama di Arab Saudi, mulai dari tenda hingga akomodasi jemaah.

Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochammad Irfan Yusuf saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Dalam pemaparannya, Gus Irfan, sapaan akrab Menhaj, mengungkapkan bahwa mayoritas dana operasional haji tahun depan sudah disalurkan dari Badan Pengelola Keuangan Haji.

"Penyiapan biaya operasional ibadah haji. Jumlah dana ditransfer oleh BPKH sejumlah Rp 11.574.420.950.436 atau sebesar 63,8% dari jumlah permintaan BPIH tahun 2026 sebesar 18 triliun 215 miliar 355 juta 689 ribu 936 rupiah," ujarnya.

Sebagian dari dana tersebut telah digunakan untuk pembayaran awal layanan haji di Arab Saudi.

Tenda hingga Hotel Sudah Dibayar ke Saudi

Pemerintah, kata Irfan, sudah mentransfer dana ke Arab Saudi untuk menjamin kesiapan sarana dan prasarana haji.

"Pemerintah telah melakukan transfer untuk pembayaran tenda, paket layanan Masyair, dan sebagian hotel, konsumsi, transportasi sebesar 2.254.320.260 Saudi Riyal dan tenggat waktu pembayarannya 20 Januari 2026 kemarin," jelas Gus Irfan.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi mengamankan layanan utama agar tidak terganggu mendekati musim haji.

Akomodasi Jemaah Disiapkan Sejak Akhir 2025

Persiapan teknis di Arab Saudi sudah dimulai sejak 27 November 2025, mencakup akomodasi, konsumsi, hingga transportasi.

Untuk jemaah haji reguler di Makkah, akomodasi disiapkan di 178 hotel yang tersebar di beberapa wilayah. Rinciannya, Misfalah 29,56%, Syisyah 27,20%, Raudhah 22,60%, Jarwal 10,30%, dan wilayah lainnya 10,30%.

Sementara di Madinah, hotel jemaah berada di tiga kawasan, yakni Markaziyah Shamaliyah 49,67%, Markaziyah Gharbiyah 36,72%, dan Markaziyah Janubiyah 13,61%.

Skema Konsumsi: Puluhan Dapur Disiapkan

Pemerintah juga memaparkan detail layanan konsumsi bagi jemaah haji selama di Tanah Suci. Di Makkah, jemaah akan mendapatkan maksimal 84 kali makan.

"Dia juga menjelaskan konsumsi yang akan diterima jemaah haji selama berada di Makkah maksimal 84 kali. Rinciannya 78 kali makan fresh meal dan 6 kali makan ready to eat pada 7, 8 dan 13 Zulhijah yang akan dilayani oleh 52 dapur."

Sementara di Madinah, layanan konsumsi akan disediakan oleh 23 dapur dengan maksimal 27 kali makan.

"Sementara progress untuk manual untuk 52 dapur Makkah dan 23 Madinah telah selesai dilaksanakan," ungkapnya.

Transportasi Jemaah Dibagi Tiga Layanan

Selain akomodasi dan konsumsi, Irfan juga menjelaskan skema transportasi jemaah haji di Arab Saudi. Layanan transportasi dibagi ke dalam tiga jenis.

"Transportasi bagi jemaah haji terbagi dalam tiga layanan: bus antarkota angkutan perhajian melayani jemaah haji dengan rute hotel Madinah ke hotel Makkah, hotel Makkah ke hotel Madinah, hotel Makkah ke Bandara KAIA, dan hotel Madinah ke Bandara AMAA," tandasnya.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id