himpuh.or.id

Biaya Konsumsi Haji Turun, Kemenhaj Pastikan Porsi Makan Jamaah Justru Naik

Kategori : Berita, Ditulis pada : 22 Januari 2026, 11:00:24

WhatsApp Image 2026-01-22 at 09.56.55.jpeg

HIMPUHNEWS - Pemerintah memastikan penurunan biaya konsumsi jamaah calon haji tidak berbanding lurus dengan penurunan kualitas makanan. Meski terjadi penyesuaian harga, gramasi dan komposisi gizi justru diubah untuk menyesuaikan kebutuhan kesehatan jamaah selama berada di Tanah Suci.

Penegasan tersebut disampaikan Kementerian Haji dan Umrah menyusul kebijakan penurunan biaya konsumsi haji dari 40 riyal menjadi 36 riyal per porsi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan penyesuaian harga tidak berdampak pada porsi makanan jamaah.

"Biaya konsumsi memang mengalami penurunan harga dari 40 riyal menjadi 36 riyal per porsi. Tapi gramasi mengalami kenaikan," ujar Dahnil di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, kenaikan gramasi terjadi pada porsi nasi yang sebelumnya berkisar 150 gram menjadi sekitar 170 gram. Penyesuaian juga dilakukan pada lauk pauk yang menyertainya.

Menurut Dahnil, konsumsi merupakan salah satu komponen layanan haji yang proses pengadaannya dilakukan pada tahap akhir, setelah penetapan akomodasi.

Dari skema pengadaan tersebut, kementerian mencatat adanya efisiensi anggaran yang signifikan.

Efisiensi Tembus Rp123 Miliar

Kementerian Haji dan Umrah mencatat efisiensi anggaran konsumsi lebih dari Rp123 miliar dari total biaya yang seharusnya dialokasikan.

"Di luar penyesuaian harga, kami berhasil melakukan efisiensi lebih dari Rp123 miliar dari total anggaran konsumsi. Tantangan kami adalah memastikan implementasinya sesuai di lapangan, sehingga kami mohon dukungan dan pengawasan dari para pengawas," ujar Dahnil.

Ia menekankan bahwa efisiensi tersebut tidak boleh mengorbankan kualitas layanan yang diterima jamaah.

Selain nasi, penyesuaian juga dilakukan pada gramasi sayuran. Porsi sayur diturunkan dari 80 gram menjadi 75 gram.

Menurut Dahnil, kebijakan tersebut bukan tanpa dasar, melainkan berdasarkan rekomendasi ahli gizi.

"Sayur dari 80 gram menjadi 75 gram berdasarkan usulan dari ahli gizi. Usulan dari ahli gizi yang harus dinaikkan adalah protein. Sayur diturunkan 5 gram, ini terkait dengan proporsionalitas dari komposisi gizi masing-masing," kata dia.

Penyesuaian ini juga mempertimbangkan keseimbangan nutrisi, termasuk asupan buah-buahan bagi jamaah.

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan seluruh kebijakan terkait konsumsi haji disusun dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, kecukupan gizi, serta kenyamanan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id