himpuh.or.id

Skema Baru Haji 2026, Petugas yang Pernah Berhaji Ditempatkan Lebih Awal di Mina

Kategori : Berita, Ditulis pada : 23 Januari 2026, 07:00:49

ab020616-3ba9-4ce0-97d7-7f1f632e53c4-1769049787649-2.jpeg

HIMPUHNEWS - Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan pola penugasan baru untuk petugas haji pada penyelenggaraan 1447 H/2026 M. Salah satu fokusnya adalah penguatan layanan di Mina, kawasan dengan tingkat kepadatan dan pergerakan jemaah paling tinggi saat puncak ibadah haji.

Dalam skema tersebut, petugas yang sudah memiliki pengalaman berhaji akan lebih awal disiagakan langsung di Mina, tanpa mengikuti alur keberangkatan jemaah dari pemondokan di Makkah.

Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) 2025, Harun Al Rasyid, menjelaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memastikan kesiapan petugas di titik krusial pergerakan jemaah.

“Rencana tahun ini, petugas baik dari unsur perlindungan jemaah (linjam) maupun layanan lainnya yang sudah berhaji akan langsung kita tempatkan dari pemondokan di Makkah menuju Mina,” ujar Harun.

Penempatan tersebut dilakukan bersamaan dengan pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah. Dengan cara itu, petugas sudah lebih dulu berada di Mina saat jemaah mulai bergerak dari Arafah ke Muzdalifah hingga kembali ke Mina.

Pos Layanan Disiapkan Sejak Awal Pergerakan Jemaah

Menurut Harun, kesiapsiagaan lebih awal akan memperkuat fungsi pemantauan dan respons di lapangan, terutama pada fase pergerakan jemaah yang dinamis.

“Sehingga pos-pos yang menjadi tanggung jawab petugas PPIH bisa maksimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan jemaah,” jelasnya.

Pada pelaksanaan haji tahun ini, petugas PPIH akan mengisi 10 pos layanan di Mina dan 10 pos lainnya di jalur yang dilalui jemaah. Selain itu, petugas perlindungan jemaah dan petugas lainnya juga akan ditempatkan pada Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat.

Antisipasi Kepadatan di Area Jamarat

Penempatan petugas MCR difokuskan di lantai atas dan lantai 3 Jamarat, yang terdiri dari lima pos. Harun menilai jarak antara tenda jemaah di Mina dan area Jamarat cukup jauh sehingga kesiapan petugas di lokasi menjadi krusial.

“Jarak antara tenda Mina dengan pos di Jamarat cukup jauh. Karena itu, petugas sudah kita tempatkan langsung di lokasi agar saat jemaah tiba, petugas sudah siap dan tenaga mereka tidak terkuras,” tambah Harun.

Ia menegaskan, pada malam pertama pergerakan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina dan dilanjutkan ke Jamarat, potensi kepadatan dan kelelahan jemaah sangat tinggi.

“Di situlah kita anggap lebih efektif jika petugas yang sudah berhaji ditempatkan langsung di pos-pos tersebut,” ujarnya.

Kebijakan ini, lanjut Harun, merupakan bagian dari evaluasi berkelanjutan penyelenggaraan haji. Meski pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya dinilai berjalan baik, penyempurnaan tetap dilakukan untuk meningkatkan efektivitas layanan.

“Yang kemarin dirasa belum efektif, tahun ini kita efektifkan lagi, baik dari segi penempatan maupun penguatan personel di lapangan,” tandasnya.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id