Gus Irfan Ajak HIMPUH Perkuat Sinergi untuk Perbaikan Layanan Haji Umrah

HIMPUHNEWS - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menegaskan pentingnya peran asosiasi penyelenggara perjalanan haji dan umrah dalam meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah.
Hal itu disampaikan Gus Irfan saat menghadiri Musyawarah Kerja (MUKER) ke-2 Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026, di The Trans Luxury Hotel, Bandung.
Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan ibadah yang aman, nyaman, dan profesional, pemerintah menilai kolaborasi dengan asosiasi seperti HIMPUH menjadi kunci penting dalam tata kelola haji dan umrah ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan menekankan bahwa HIMPUH merupakan bagian dari mitra strategis kementerian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada tamu Allah, khususnya jemaah haji khusus dan umrah.
“HIMPUH adalah salah satu asosiasi pelaku usaha haji umrah, itu adalah bagian dari partner kita dalam memberikan layanan kepada jamaah,” ujar Gus Irfan kepada awak media, Senin (26/01).
Menurutnya, meskipun terdapat perbedaan segmen antara jemaah reguler dan jemaah haji khusus, tujuan utamanya tetap sama: memastikan pelayanan berjalan optimal.
“Kita punya niat yang sama, memberikan pelayanan kepada tamu-tamu Allah,” lanjutnya.
Ajakan Bersinergi untuk Pelayanan yang Semakin Profesional
Gus Irfan menegaskan bahwa pemerintah terbuka untuk terus membantu asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah, selama tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Selama masih bisa sesuai dengan aturan, kita akan bantu kepada teman-teman dari asosiasi, asosiasi apapun, bukan cuma HIMPUH saja,” tegasnya.
Ia juga menilai seluruh asosiasi memiliki peran strategis dalam memastikan tata kelola perhajian dan umrah berjalan sesuai aturan dan semakin profesional.
“Saya kira semua asosiasi punya peran strategis untuk bisa memastikan bahwa proses aturan tentang perhajian maupun umrah bisa kita lakukan dengan sebaik-baiknya,” ucap Gus Irfan.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan turut menyinggung dinamika yang tengah dirasakan pelaku travel umrah terkait kebijakan umrah mandiri, yang belakangan menjadi perhatian industri.
“Saya tahu teman-teman di travel umroh juga agak galau dengan adanya umroh mandiri, tapi kita paham itu,” katanya.
Pemerintah, lanjut Gus Irfan, terus menjalin komunikasi dengan otoritas Arab Saudi agar ditemukan solusi terbaik bagi semua pihak.
“Kita mencoba komunikasi dengan Kementerian Saudi tersebut, mudah-mudahan nanti ada solusinya,” ujarnya.
Apresiasi untuk MUKER HIMPUH 2026
Di akhir pernyataannya, Gus Irfan memberikan apresiasi atas terselenggaranya MUKER HIMPUH dan berharap kegiatan tersebut membawa manfaat besar bagi peningkatan layanan ibadah di Indonesia.
“Selamat Kepada Asosiasi HIMPUH Atas terselenggaranya kegiatan Musyawarah Kerja Ke 2 Tahun 2026 pada hari ini. Semoga Musyawarah Kerja ini mendatangkan kebaikan, kebermanfaatan dan peningkatan layanan dalam penyelenggaraan Haji Umrah di Indonesia. Serta Kepatuhan dalam segala aturan aturan yang berlaku,” tutupnya.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
