Tayamum di Pesawat, Begini Tata Caranya Saat Tak Ada Air di Ketinggian

HIMPUHNEWS - Pernah kepikiran nggak, gimana kalau waktu shalat tiba saat kita lagi di pesawat dan nggak memungkinkan pakai air untuk wudhu? Tenang. Dalam kondisi seperti itu, Islam memberikan kemudahan melalui tayamum.
Tayamum bisa dilakukan selama ada permukaan yang berdebu atau material yang bisa menjadi pengganti tanah—dan dalam konteks pesawat, bagian seperti dinding kabin atau sandaran kursi bisa dimanfaatkan sesuai kondisi.
Berikut tata cara tayamum di pesawat yang bisa dilakukan:
Cara Pertama: Satu Kali Tepukan
Cara ini lebih ringkas dan praktis.
-
Niat tayamum untuk menghilangkan hadas sebagai pengganti wudhu.
-
Tepukkan atau tempelkan kedua telapak tangan ke dinding pesawat atau sandaran kursi.
-
Usapkan kedua telapak tangan ke seluruh wajah secara merata.
-
Tanpa jeda, langsung usapkan kedua tangan ke kedua telapak dan punggung tangan, mulai dari ujung jari hingga pergelangan tangan.
Pastikan usapan wajah dan tangan dilakukan secara berurutan tanpa terputus.
Cara Kedua: Dua Kali Tepukan
Cara ini sedikit lebih panjang karena mencakup hingga siku.
-
Niat tayamum terlebih dahulu.
-
Tepukkan kedua telapak tangan ke dinding pesawat atau sandaran kursi.
-
Usapkan ke seluruh wajah.
-
Tepukkan kembali kedua telapak tangan ke tempat lain (berbeda dari tepukan pertama).
-
Usapkan kedua tangan mulai dari ujung jari hingga siku, meliputi bagian luar dan dalam tangan.
Tayamum di pesawat adalah bentuk rukhsah (keringanan) dalam syariat, khususnya ketika penggunaan air sulit atau tidak memungkinkan. Intinya, ibadah tetap bisa dijalankan tanpa memberatkan.
Yang paling penting adalah menjaga niat, memahami tata caranya, dan tetap khusyuk meski sedang berada di ketinggian ribuan meter.
Kalau lagi safar jauh—apalagi umrah atau haji—hal-hal kayak gini memang perlu dipahami dari awal. Biar tenang, nggak panik, dan ibadah tetap lancar.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
