Ini Alasan Jemaah Haji Harus Siapkan Fisik, Total Jalan Saat Puncak Haji Bisa Puluhan Km

HIMPUHNEWS — Perjalanan dari Muzdalifah menuju Mina menjadi salah satu fase penting sekaligus menantang dalam puncak pelaksanaan ibadah haji. Di tengah kepadatan jutaan jemaah yang bergerak dalam waktu hampir bersamaan usai wukuf di Arafah, jarak tempuh yang relatif singkat bisa berubah menjadi perjalanan panjang tergantung kondisi di lapangan.
Berdasarkan informasi Kementerian Agama RI, jarak antara Muzdalifah dan Mina berkisar sekitar 5 kilometer. Namun, sejumlah sumber lain menyebut jaraknya bisa mencapai sekitar 7 kilometer, bergantung pada titik keberangkatan dan lokasi penempatan jemaah.
Perjalanan ini umumnya dilakukan pada malam 10 Zulhijah hingga menjelang subuh. Jemaah biasanya bergerak menuju Mina menggunakan bus yang telah disediakan, meski tidak sedikit yang memilih berjalan kaki akibat kepadatan arus kendaraan saat puncak haji.
Muzdalifah Jadi Titik Singgah Setelah Wukuf
Muzdalifah merupakan kawasan yang berada di antara Arafah dan Mina. Lokasi ini menjadi tempat persinggahan wajib bagi jemaah setelah menyelesaikan wukuf di Padang Arafah.
Dalam fase ini, jemaah menjalani mabit atau singgah pada malam hari sebagai bagian dari rangkaian wajib haji. Selain beristirahat sejenak, kawasan ini juga menjadi tempat jemaah mengumpulkan kerikil untuk prosesi lempar jumrah.
Jumlah kerikil yang dikumpulkan menyesuaikan pilihan masa tinggal jemaah di Mina. Untuk nafar awal, jemaah biasanya menyiapkan minimal 49 butir, sedangkan nafar tsani sebanyak 71 butir.
Secara geografis, Muzdalifah berada sekitar 10 kilometer dari Makkah dan berada di kawasan sempit yang diapit dua gunung.
Mina Jadi Lokasi Mabit dan Lempar Jumrah
Setelah meninggalkan Muzdalifah, jemaah melanjutkan perjalanan menuju Mina untuk menjalani mabit tahap kedua sekaligus pelaksanaan lempar jumrah.
Mina merupakan kawasan berbukit yang berada di antara Makkah dan Muzdalifah, dengan jarak sekitar 7 kilometer dari Makkah.
Durasi mabit di Mina berbeda sesuai pilihan jemaah:
- 2 hari (11–12 Zulhijah) untuk nafar awal
- 3 hari (11–13 Zulhijah) untuk nafar tsani
Lokasi ini menjadi pusat aktivitas lempar jumrah karena di kawasan inilah tiga titik jumrah berada, yakni ula, wustha, dan aqabah.
Total Perjalanan Puncak Haji Bisa Lebih dari 33 Kilometer
Rangkaian ibadah pada fase puncak haji menuntut stamina ekstra. Mengacu pada informasi yang dibagikan akun Instagram Asrama Haji Makassar, total jarak yang dapat ditempuh jemaah selama fase ini diperkirakan mencapai 33,65 kilometer.
Jarak tersebut berasal dari akumulasi sejumlah aktivitas ibadah, termasuk lempar jumrah, tawaf, dan sai.
Untuk lempar jumrah, jarak dari tenda jemaah menuju lokasi pelemparan diperkirakan sekitar 4,5 kilometer sekali jalan atau 9 kilometer pulang-pergi. Jika dilakukan selama tiga hari berturut-turut, totalnya bisa mencapai sekitar 27 kilometer.
Sementara tawaf yang dilakukan dua kali—ifadah dan wada—diperkirakan menempuh total sekitar 7 kilometer, dengan asumsi satu putaran Ka'bah sekitar 500 meter.
Adapun sai antara Bukit Shafa dan Marwah sejauh sekitar 450 meter per lintasan, dengan total perjalanan sekitar 3,15 kilometer.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
