himpuh.or.id

Pemerintah Bentuk Tim Siaga untuk Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

Kategori : Berita, Topik Hangat, Ditulis pada : 01 Maret 2026, 12:14:56

FotoJet - 2026-03-01T122031.213.jpg

HIMPUHNEWS — Peningkatan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak pada kebijakan penutupan ruang udara di sejumlah negara sekitar Arab Saudi.

Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah dilaporkan menutup ruang udara mereka untuk kedatangan dan keberangkatan penerbangan.

Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status kewaspadaan tinggi, menyesuaikan dengan perkembangan situasi keamanan regional.

Pemerintah memastikan bahwa kondisi di dalam wilayah Arab Saudi hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat berjalan normal dengan peningkatan langkah pengamanan sesuai standar yang berlaku.

Mengantisipasi potensi keterlambatan maupun pembatalan penerbangan yang berisiko membuat jemaah umrah tertahan di bandara, Kantor Urusan Haji Jeddah bergerak cepat melakukan langkah mitigasi.

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk tiga tim khusus yang bekerja dalam tiga shift.

“KUH telah membentuk tiga tim yang disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujarnya di Jeddah, Sabtu (28/2/2026).

Selain menempatkan personel di bandara, KUH Jeddah juga membuka komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan, penyelenggara perjalanan umrah, serta syarikah sebagai mitra di Arab Saudi guna mencari solusi terbaik bagi jemaah yang tertunda kepulangannya.

Di sisi lain, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh telah mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia di Arab Saudi untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika situasi kawasan. WNI diminta memantau informasi resmi dari otoritas setempat maupun perwakilan Republik Indonesia.

Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah umrah Indonesia tetap terjaga.

Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah dalam memperoleh perkembangan terbaru.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id