himpuh.or.id

25.922 Jemaah Umrah Indonesia Sudah Pulang ke Tanah Air usai Konflik AS-Israel vs Iran

Kategori : Berita, Ditulis pada : 16 Maret 2026, 10:00:19

20d095a0-5824-47f1-a991-c2b5e69b248a-1773420396593.jpeg

HIMPUHNEWS - Sebanyak 25.922 jemaah umrah asal Indonesia tercatat telah kembali ke Tanah Air sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran pada 28 Februari 2026. Pemantauan kepulangan dilakukan oleh petugas melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyebut proses pemulangan jemaah terus diawasi untuk memastikan perjalanan berlangsung aman di tengah situasi kawasan yang memanas.

“Secara kumulatif sejak 28 Februari hingga 14 Maret, tercatat sebanyak 25.922 jemaah umrah Indonesia telah dipantau dalam proses kepulangan ke Tanah Air melalui berbagai penerbangan dari Jeddah maupun Madinah,” kata Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, M Ilham Effendy dalam keterangannya dikutip, Senin (16/3/2026).

Pemantauan Dilakukan di Dua Bandara Utama

Ilham menjelaskan, pemantauan dilakukan oleh petugas KUH di dua pintu utama keberangkatan jemaah umrah Indonesia, yakni Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdulaziz di Madinah.

Pemantauan lapangan terakhir dilakukan pada 14 Maret 2026 dengan fokus pada proses kepulangan jemaah melalui sejumlah maskapai penerbangan.

"Pada hari tersebut tercatat 853 jemaah umrah dipantau dalam proses kepulangan menuju Tanah Air melalui berbagai penerbangan dari Jeddah maupun Madinah," tuturnya.

Sempat Terkendala Pembatalan Penerbangan

Dalam proses pemantauan tersebut, petugas juga menemukan sejumlah kendala perjalanan yang dialami sebagian jemaah. Salah satunya adalah penyesuaian jadwal kepulangan akibat pembatalan penerbangan oleh maskapai.

Meski demikian, koordinasi antara petugas, maskapai, dan biro perjalanan memungkinkan para jemaah tetap dapat melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia.

"Alhamdulilah, melalui berbagai upaya koordinasi yang dilakukan bersama maskapai, otoritas bandara, serta penyelenggara ibadah umrah para jemaah yang sebelumnya mengalami keterlambatan akhirnya dapat dipulangkan dengan aman," ungkapnya.

Ilham menegaskan bahwa pengawasan di bandara akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen negara dalam memberikan perlindungan serta pelayanan bagi jemaah umrah Indonesia di Arab Saudi.

Kemenhaj melalui Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif guna memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan lancar.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id