himpuh.or.id

Sempat Terhenti Akibat Eskalasi Di Timur Tengah, Bagaimana Nasib Kampung Haji di Makkah Sekarang?

Kategori : Berita, Ditulis pada : 24 April 2026, 08:30:09

 

HIMPUHNEWS - Rencana pengembangan Kampung Haji Indonesia di Makkah belum menunjukkan progres final. Di tengah ambisi menghadirkan kawasan terpadu bagi jemaah, proses tender lahan justru melambat akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Chief Investment Officer Badan Pengelola Investasi Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan pihaknya masih menunggu kepastian dari pemerintah Arab Saudi terkait hasil lelang lahan proyek Kampung Haji.

“Kita lagi nunggu dari pemerintah sana (Arab Saudi). Sebenarnya kita juga kejar-kejar. Dari sisi lot yang sudah kita bid, seharusnya sudah ada kabar sebelumnya, tapi kita masih menunggu. Jadi kita selalu berkomunikasi,” ujar Pandu dalam acara Fitch Ratings Annual Indonesia Conference di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, proses finalisasi berjalan lebih lama dari perkiraan karena situasi di kawasan yang sedang tidak stabil.

Geopolitik Jadi Faktor Utama Penundaan

Pandu menilai, Pemerintah Arab Saudi saat ini tengah memprioritaskan stabilitas nasional di tengah eskalasi kawasan Timur Tengah.

"Mereka juga lagi sedang mengalami goncangan di Saudi. Jadi ya menurut saya sih kepentingan utama mereka pertahanan negara mereka. Itu mungkin kepentingan utama mereka," kata dia.

Meski begitu, komunikasi antara kedua pihak tetap berjalan untuk mendorong kelanjutan proses tender.

"Kami mengejar (komunikasi), tapi kami juga tahu di Timur Tengah sedang mengalami guncangan," jelas Pandu.

Hotel Sudah Siap, Bisa Dipakai Jemaah 2026

Di tengah ketidakpastian proyek utama, Danantara memastikan aset yang sudah diakuisisi tetap dapat dimanfaatkan. Salah satunya adalah Novotel Thakher Makkah yang disebut siap digunakan oleh jemaah haji Indonesia pada 2026.

“Sudah bisa (digunakan). Ratingnya bagus, semua ngasihnya 5 star. Happy banget semua yang pakai di sana," tutur dia.

Hotel tersebut menjadi bagian dari kawasan Thakher yang saat ini berfungsi sebagai fondasi awal pengembangan kompleks haji.

Pengembangan Kampung Haji dilakukan secara bertahap, dengan kawasan Thakher sebagai titik awal. Area ini telah memiliki sekitar 1.461 kamar hotel yang tersebar di tiga menara serta lahan pengembangan seluas kurang lebih 4,4 hektare.

Lokasinya berada di koridor strategis dengan jarak sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga dinilai potensial untuk mendukung aktivitas jemaah.

“Kami membangun kompleks haji secara bertahap. Kawasan Thakher menjadi fondasi awal, sementara kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ujarnya.

Target 6.000 Kamar, Tampung 22.000 Jemaah

Ke depan, kawasan ini ditargetkan berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan kapasitas mencapai 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahun.

Pengembangan tidak hanya fokus pada akomodasi, tetapi juga mencakup ekosistem layanan terintegrasi, mulai dari fasilitas ritel, dukungan logistik, hingga layanan penunjang lainnya.

Dalam tahap lanjutan, Danantara juga terus mengikuti proses lelang yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC), yang mencakup evaluasi teknis, finansial, hingga seleksi investor sesuai master plan Kota Makkah.

Pandu menegaskan bahwa pengembangan Kompleks Haji merupakan strategi jangka panjang yang dilakukan secara hati-hati dan berbasis kajian menyeluruh.

Untuk kawasan Thakher, investasi dilakukan bertahap, termasuk penguatan aset awal dan belanja modal untuk ekspansi lanjutan. Proyek ini ditargetkan memasuki tahap groundbreaking pada 2026, sementara operasional tambahan direncanakan mulai 2029.

“Fokus kami memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji ini kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” ujar Pandu.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id