Kemenhaj Kejar Distribusi RTE Sebelum Puncak Haji, Konsumsi Jemaah Dipastikan Tak Terkendala
HIMPUHNEWS — Persiapan layanan konsumsi jemaah haji mulai memasuki fase krusial seiring mendekatnya puncak operasional ibadah haji. Kementerian Haji dan Umrah mempercepat sinkronisasi distribusi makanan siap saji atau Ready-to-Eat (RTE) guna memastikan kebutuhan konsumsi jemaah terpenuhi tepat waktu pada fase-fase padat pergerakan.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi teknis yang digelar di wilayah kerja Makkah, Minggu (10/5/2026), dengan melibatkan mitra penyedia layanan RTE serta jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Distribusi Dikebut Sebelum 4 Dzulhijjah
Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada kesiapan teknis distribusi, sinkronisasi logistik, hingga pemantapan jalur penyaluran RTE ke dapur-dapur layanan jemaah agar distribusi berjalan efektif, terukur, dan terintegrasi.
RTE akan menjadi bagian penting dari layanan konsumsi jemaah saat fase puncak operasional haji, terutama menjelang dan setelah fase Armuzna.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, menegaskan layanan ini menjadi komponen vital karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar jemaah saat mobilitas tinggi.
“RTE ini menjadi layanan yang sangat penting karena langsung berkaitan dengan kebutuhan konsumsi jemaah pada fase-fase krusial. Karena itu, distribusinya harus dipastikan berjalan tepat waktu dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Jaenal.
Ia menegaskan seluruh distribusi harus rampung sebelum tenggat yang telah ditetapkan.
“Target kita jelas, seluruh RTE sudah harus terdistribusi ke dapur-dapur layanan paling lambat 4 Dzulhijjah. Ini penting agar tidak ada kendala pada fase layanan berikutnya,” tegasnya.
Disiapkan untuk Fase Pra dan Pasca Armuzna
Berdasarkan skema layanan yang disiapkan, makanan siap saji tersebut akan digunakan pada fase pra-Armuzna, yakni 7 dan 8 Dzulhijjah, serta pasca-Armuzna pada 13 Dzulhijjah.
Karena itu, koordinasi antara seluruh pihak yang terlibat dinilai menjadi faktor penting agar distribusi tidak mengalami hambatan di lapangan.
Kementerian Haji dan Umrah meminta penyedia layanan, pengelola dapur, hingga mitra logistik bergerak dalam skema yang terintegrasi untuk menjaga kelancaran operasional.
Selain memastikan ketepatan waktu, distribusi juga diminta tetap mengedepankan standar kualitas layanan konsumsi bagi jemaah.
Sebagai langkah antisipasi, proses distribusi RTE akan dipantau secara berkala untuk mendeteksi potensi hambatan operasional lebih awal sehingga pelayanan kepada jemaah tetap berjalan konsisten selama fase puncak haji.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

