Alhijaz Tuntaskan Operasional Haji 2026, Seluruh Jamaah Pulang Sesuai Rencana

HIMPUHNEWS – Alhijaz Indowisata menuntaskan penyelenggaraan Haji Khusus 1447 H/2026 M dengan seluruh jamaah kembali ke Tanah Air sesuai jadwal yang telah direncanakan. Dari total 482 jamaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci, seluruhnya berhasil menyelesaikan rangkaian ibadah dan pulang dengan aman.
Direktur Operasional Alhijaz Indowisata, Hj. Dwi Puji Hastuti, mengatakan proses kepulangan jamaah berlangsung lancar meski terdapat dua jamaah yang sempat menjalani perawatan selama berada di Arab Saudi.
"Alhamdulillah semuanya pulang. Memang ada dua jamaah yang sempat opname, tetapi kondisinya berangsur membaik dan akhirnya tetap dapat kembali ke Indonesia bersama rombongan," ujarnya kepada Himpuh News, Rabu (17/6/2026).
Menurut Dwi, kepulangan jamaah dilakukan melalui tiga penerbangan berbeda yang seluruhnya berjalan sesuai jadwal. Selain itu, proses distribusi bagasi dan layanan kepulangan jamaah juga berlangsung tanpa kendala berarti.
"Jumlah yang berangkat 482 jamaah dan yang pulang juga 482 jamaah. Semua sesuai rencana dan berjalan dengan baik," katanya.
Pada musim haji tahun ini, Alhijaz menerapkan pola perjalanan Makkah First, di mana jamaah terlebih dahulu tiba di Makkah sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah.
Menurut Dwi, skema tersebut memberikan pengalaman yang berbeda bagi jamaah. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah utama di Makkah dan puncak haji, jamaah dapat lebih fokus mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan wisata religi selama berada di Madinah.
Selama enam malam di Kota Nabi, jamaah mengikuti beragam program, mulai dari kunjungan ke Raudhah, Jabal Uhud, percetakan Al-Qur'an, Jabal Magnet, hingga berbagai city tour yang telah disiapkan oleh penyelenggara.
"Kegiatan di Madinah justru lebih padat karena ibadah utama sudah selesai. Jadi jamaah bisa lebih menikmati program-program yang kami siapkan," jelasnya.

Selain agenda resmi, sejumlah jamaah juga memanfaatkan waktu luang untuk mengikuti aktivitas tambahan secara mandiri di beberapa destinasi yang sedang populer di Madinah.
Sebagai bagian dari penutupan program, Alhijaz juga menggelar acara kebersamaan di sebuah kebun kurma. Kegiatan tersebut diisi dengan makan bersama, tausiyah kemabruran haji, sesi kesan dan pesan, serta saling memaafkan sebelum jamaah kembali ke Indonesia.
Mina Lebih Padat Dibanding Tahun Sebelumnya
Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan puncak haji secara umum berjalan lancar meski kondisi Mina tahun ini dinilai lebih padat dibandingkan musim sebelumnya.
Menurutnya, jamaah Alhijaz menempati Maktab 116 yang lokasinya cukup dekat dengan area Jamarat sehingga memudahkan proses keberangkatan untuk melontar jumrah. Namun, saat kembali ke tenda, jamaah harus melalui jalur yang lebih panjang karena pengaturan arus pergerakan jamaah yang diterapkan otoritas Arab Saudi.
"Tahun ini memang terasa lebih padat dibanding tahun lalu. Tetapi seluruh jamaah tetap mendapatkan tempat tidur dan fasilitas dasar yang dibutuhkan," ujarnya.
Meski antrean toilet tetap menjadi tantangan yang umum terjadi selama fase Mina, Dwi menilai kondisi secara keseluruhan masih berada dalam batas yang aman dan terkendali.
"Untuk konsumsi kita alhamdulillah tidak pernah kekuarangan. Makanan seperti pop mie, ice cream, snack-snack lain selalu tersedia 24 jam," tambahnya.
Menutup evaluasi musim haji 2026, Dwi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Alhijaz Indowisata.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kesabaran seluruh jamaah. Jika selama perjalanan masih ada kekurangan, kami mohon maaf. Insya Allah itu menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kami pada musim-musim berikutnya bisa semakin baik," pungkasnya.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
