himpuh.or.id

Penerbangan Umrah ke Soetta Dialihkan ke Aceh dan Kertajati Imbas Erupsi Anak Krakatau

Kategori : Berita, Ditulis pada : 07 September 2026, 06:00:07

WhatsApp Image 2026-09-07 at 08.22.10.jpeg

HIMPUHNEWS  — Penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penerbangan jemaah umrah dari Arab Saudi, Minggu (6/9/2026).

Sejumlah penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah dan Madinah yang semula dijadwalkan mendarat di Soetta terpaksa dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, serta Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan sedikitnya dua penerbangan Garuda Indonesia dari Arab Saudi dialihkan ke Kertajati.

"Ada dua flight Garuda dari Jeddah dan Madinah itu kami alihkan pendaratannya ke Bandara Kertajati," kata Dudy dalam konferensi pers daring di Jakarta, Minggu (6/9/2026), dilansir Antara.

Pengalihan dilakukan setelah Bandara Soetta yang menjadi tujuan awal penerbangan ditutup sementara menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan menggunakan metode paper test, Bandara Kertajati disebut belum terdampak abu vulkanik sehingga masih memungkinkan untuk melayani penerbangan.

"Sejauh ini berdasarkan hasil paper test yang dilakukan di Bandara Kertajati, Bandara Kertajati belum terdampak, masih memungkinkan," ujarnya.

382 Jemaah Umrah Mendarat di Aceh

Selain ke Kertajati, satu penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah yang seharusnya menuju Soetta juga dialihkan ke Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

General Manager Garuda Indonesia Banda Aceh Jufriandi mengatakan penerbangan GA-981 semula dijadwalkan mendarat di Cengkareng.

"Seharusnya penumpang jamaah umrah Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-981 mendarat di Cengkareng. Namun akibat penutupan sementara operasional Bandara Soetta dampak sebaran abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau, pendaratan dialihkan ke Aceh," kata Jufriandi di Blang Bintang, Minggu (6/9/2026).

Sebanyak 382 jemaah umrah berada dalam penerbangan yang dialihkan tersebut.

Setelah tiba di Aceh, seluruh jemaah ditempatkan sementara di Asrama Haji Aceh sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan berikutnya menuju tujuan akhir.

"Langkah penempatan satu lokasi tersebut, kami ambil untuk memudahkan monitoring dan koordinasi, sehingga ketika sudah ada kepastian kapan bisa berangkat langsung mudah mengakomodir," katanya.

Menurut Jufriandi, Garuda Indonesia masih menunggu kepastian dari otoritas Bandara Soetta terkait kelanjutan operasional penerbangan.

Maskapai juga menyatakan akan tetap memberikan pelayanan kepada seluruh penumpang yang terdampak pengalihan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id