himpuh.or.id

Industri Karoseri RI Didorong Masuki Pasar Bus Haji Umrah di Saudi

Kategori : Berita, Ditulis pada : 16 Desember 2025, 07:00:22

9bd9d9be-c347-4c06-ad2a-166eaa9ae94d.jpeg

HIMPUHNEWS - Peluang besar terbuka bagi industri karoseri nasional untuk menembus pasar internasional. Pemerintah menilai Indonesia berpotensi menjadi pemasok bus bagi layanan haji dan umrah di Arab Saudi, mengingat negara tujuan ibadah tersebut tidak memiliki industri produksi bus sendiri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut kebutuhan armada bus untuk jemaah haji dan umrah sangat besar dan terus berulang setiap tahun. Kondisi ini dinilai cocok untuk dimanfaatkan oleh pelaku industri karoseri dalam negeri, termasuk skala kecil dan menengah.

“Yang saya tahu, Arab Saudi tidak memproduksi bus, dia juga impor bus untuk melayani jemaah dari seluruh dunia. Benar atau enggak? Dia enggak produksi bus kan? Kenapa enggak bus-busnya kita isi dari Indonesia sih? Bus-bus kita bagus-bagus kok,” tutur Agus dalam acara Business Matching Produk Dalam Negeri di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025).

Karoseri Lokal Dinilai Siap Bersaing

Industri karoseri sendiri merupakan sektor yang mengerjakan pembuatan bodi dan interior kendaraan di atas rangka dasar pabrikan. Produk karoseri digunakan luas, mulai dari bus penumpang, truk angkutan barang, hingga kendaraan khusus seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran.

Selain mengerjakan struktur luar seperti bodi, atap, pintu, dan jendela, perusahaan karoseri juga merancang interior kendaraan agar sesuai dengan kebutuhan spesifik pelanggan. Aspek keamanan, kenyamanan, hingga estetika menjadi nilai tambah yang bisa disesuaikan, termasuk untuk kebutuhan layanan jemaah haji dan umrah.

Kunci Masuk Pasar: Business Matching

Agar bisa masuk ke pasar Arab Saudi, Agus menekankan pentingnya proses business matching antara produsen karoseri dengan mitra potensial. Mitra tersebut bisa berupa distributor, pemasok komponen, investor, hingga calon pembeli.

Langkah ini dinilai krusial agar bus yang diekspor nantinya tetap menggunakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi, sekaligus memperkuat industri manufaktur nasional.

“Ini juga baru dan kami anggap penting, yaitu melakukan business matching dalam memperkuat penggunaan produk-produk dalam negeri, dalam pengadaan dan penyediaan kebutuhan untuk haji dan umrah. Besar sekali. Misalnya bus, bisa dibayangkan kebutuhan bus yang seberapa besar dibutuhkan oleh jemaah kita di sana,” sambung Agus.

Bidik Rantai Pasok Haji dan Umrah

Kementerian Perindustrian juga telah memfasilitasi pertemuan antara produsen dalam negeri dengan calon pembeli sebagai bagian dari strategi menangkap potensi ekonomi sektor haji dan umrah.

Agus menilai besarnya jumlah jemaah Indonesia seharusnya menjadi kekuatan ekonomi yang bisa dimanfaatkan lebih luas, tidak hanya dari sisi layanan ibadah, tetapi juga industri pendukungnya.

“Mengingat potensi market-nya yang begitu besar dan juga Indonesia merupakan negara muslim yang sangat besar. Sehingga, pasti jemaah haji dan jemaah umrohnya banyak dari Indonesia. Besarnya arus pergerakan jemaah, baik haji dan umroh, itu harus bisa kita anggap sebagai bagian dari ekosistem haji dan umroh,” tukasnya.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id