himpuh.or.id

Wow! Honor Petugas Haji Sehari Bisa Sampai Rp1 Juta

Kategori : Berita, Topik Hangat, Haji 1447 H / 2026 M, Ditulis pada : 30 Januari 2026, 16:51:46

FotoJet - 2026-01-30T165849.247.jpg

HIMPUHNEWS - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pentingnya profesionalisme Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Pasalnya, para petugas haji menjalankan tugas negara dengan imbalan gaji, bukan kerja sukarela.

Dahnil mengungkapkan, besarnya honor petugas haji perlu diketahui publik. Menurutnya, tingginya animo pendaftaran menjadi petugas juga dipengaruhi oleh fasilitas dan honor yang diterima.

“Petugas haji itu dibayar, digaji. Ketika dibuka kuota 1.000 orang, pendaftarnya bisa sampai 50.000. Kenapa? Karena satu hari petugas haji itu bisa menerima sekitar Rp900 ribu hingga Rp1 juta. Mereka bertugas hampir 70 hari,” kata Dahnil usai penutupan Diklat PPIH 2026 di Lapangan Galaxy Makoops Udara I, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Meski demikian, ia menekankan bahwa tugas sebagai petugas haji bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan kondisi fisik yang prima, kedisiplinan tinggi, serta komitmen penuh dalam melayani jemaah.

“Kalian memikul tiga amanah sekaligus: amanah dari Allah SWT, dari jemaah haji, dan dari negara. Karena itu, petugas harus benar-benar mendedikasikan diri untuk pelayanan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dahnil mengungkapkan bahwa 13 calon petugas haji 2026 dipulangkan selama proses pendidikan dan pelatihan. Hal ini merupakan konsekuensi dari penerapan disiplin yang ketat oleh Kementerian Haji dan Umrah.

“Laporan yang saya terima tadi malam, ada 13 orang yang dicopot dari proses diklat. Ini bagian dari penegakan disiplin dan dedikasi,” ujar Dahnil.

Dahnil menjelaskan, pemulangan tersebut disebabkan oleh berbagai pelanggaran. Mulai dari kasus ketidakdisiplinan hingga masalah kesehatan yang berisiko.

“Ada yang melakukan pemalsuan absensi, dari hari pertama sampai hari kesepuluh tidak hadir, tapi absensinya dipalsukan. Itu langsung kami copot,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat petugas yang menyembunyikan penyakit kronis, seperti TBC maupun gangguan jantung, yang dinilai membahayakan petugas lain dan jemaah.

“Ada yang sakit tapi tidak mengakui kondisi kesehatannya. Padahal penyakit tersebut berpotensi berdampak buruk bagi lingkungan kerja,” jelas Dahnil.

Tak hanya itu, terdapat pula petugas yang menuntut perlakuan khusus.

“Ada yang ingin diistimewakan, sementara di PPIH tidak ada yang diperlakukan khusus. Semua setara, sehingga yang melanggar langsung kami copot,” katanya.

Dahnil kembali mengingatkan agar tidak ada petugas yang memiliki niat berangkat ke Tanah Suci sekadar untuk nebeng menunaikan ibadah haji.

“Yang pertama kami tekankan adalah niat menjadi petugas. Kalau kemudian selama bertugas ada bonus bisa berhaji, itu bonus. Karena itu, dalam pelatihan juga diajarkan fikih petugas haji,” pungkasnya.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id