Soto Khas Boyolali Ekspansi ke Arab Saudi, Kini Buka Cabang Dekat Masjid Nabawi
HIMPUHNEWS — Ada yang menarik dari perjalanan seporsi soto khas Boyolali. Dari hidangan berkuah bening yang selama ini akrab dengan lidah masyarakat Indonesia, kini soto tersebut ikut menyeberang jauh ke Tanah Suci.
Soto SSB Hj. Hesti, restoran yang dikenal menyajikan soto khas Boyolali, mulai memperluas jejaknya hingga Arab Saudi. Setelah lebih dulu hadir di Mekkah, restoran tersebut kini membuka gerai di Madinah.
Bagi sebuah usaha kuliner yang bermula di Indonesia, langkah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Soto SSB Hj. Hesti yang telah dimulai sejak 2002.
Menariknya, perjalanan menuju Arab Saudi tidak terjadi secara tiba-tiba.
Berawal dari Soto Sedaap Boyolali
Nama Soto SSB Hj. Hesti ternyata bukanlah nama pertama yang digunakan restoran tersebut.
Ketika berdiri pada 2002, usaha ini dikenal dengan nama Soto Sedaap Boyolali Oleh Hj. Widodo. Seiring perkembangan bisnis dan ekspansi usaha, nama tersebut kemudian berubah menjadi Spesial Soto Boyolali Hj. Hesti pada 2021.
Ekspansi di dalam negeri sendiri mulai berkembang sejak 2012. Kini, Soto SSB Hj. Hesti diketahui telah memiliki sekitar 100 cabang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dari jaringan yang terus meluas itu, perjalanan bisnisnya kemudian bergerak lebih jauh: menuju Arab Saudi.
Ketika Soto Boyolali Sampai ke Mekkah
Langkah ke Arab Saudi mulai dilakukan pada 2024.
Mekkah menjadi kota pertama yang menjadi tempat hadirnya Soto SSB Hj. Hesti di Negeri Arab. Namun, gerainya di kota tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan cabang-cabangnya di Indonesia.
Soto SSB Hj. Hesti hadir di tiga lokasi, yakni Safwat Al Shorouk Tower 2, Al Hidayah Towers Hotel 2, dan Al Saad Flower Hotel 3.
Gerai-gerai tersebut tidak bersifat permanen dan biasanya dibuka selama musim haji. Jam operasionalnya berlangsung pukul 06.00 hingga 22.00 waktu Arab Saudi.
Kehadiran kuliner khas Indonesia itu pun mendapat sambutan dari diaspora Indonesia maupun jemaah yang tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Di tengah lingkungan yang jauh dari Boyolali, semangkuk soto dengan kuah bening dan aroma rempah menjadi salah satu cara menghadirkan cita rasa yang familiar bagi orang Indonesia.
Sekarang Giliran Madinah
Perjalanan Soto SSB Hj. Hesti di Arab Saudi ternyata belum berhenti di Mekkah.
Restoran tersebut kini memperluas kehadirannya ke Madinah. Informasi pembukaan gerai terbaru itu disampaikan melalui akun Instagram dan Threads resmi Soto SSB Hj. Hesti.
Yang menarik, tanggal pembukaan gerai tersebut belum diumumkan secara terbuka.
Lokasinya berada di Building No. 2648 Abdul Rahman bin Auf. Dari lokasi tersebut, gerai Soto SSB Hj. Hesti disebut hanya berjarak sekitar lima menit dari Masjid Nabawi.
Adapun informasi mengenai harga maupun daftar menu yang tersedia di gerai Madinah belum diinformasikan secara jelas.
Bukan Soto Kuning, tapi Kuah Bening yang Gurih
Lantas, apa yang sebenarnya dibawa Soto SSB Hj. Hesti hingga ke Tanah Suci?
Soto khas Boyolali yang menjadi andalannya memiliki karakter kuah bening dengan rasa gurih. Aromanya tetap kaya rempah meski racikannya tidak menggunakan bumbu kunyit.
Isiannya pun cukup akrab bagi penikmat soto di Indonesia. Dalam semangkuk soto terdapat nasi, tauge atau kecambah pendek, bihun, irisan daging sapi atau ayam, seledri, serta bawang goreng.
Sajian tersebut juga bisa ditemani berbagai pilihan sate, mulai dari paru, usus, kerang, dan lainnya. Tempe goreng serta perkedel juga menjadi pilihan pendamping.
Di Indonesia, seporsi soto khas Boyolali dari Soto SSB Hj. Hesti dibanderol mulai Rp12.000 hingga Rp16.000. Sementara lauk tambahannya berada di kisaran Rp2.000 hingga Rp9.000-an.
Dari Kuliner Lokal, Menyeberang ke Tanah Suci
Perjalanan Soto SSB Hj. Hesti memperlihatkan bagaimana sebuah makanan yang lekat dengan identitas daerah bisa ikut bergerak mengikuti perjalanan masyarakat Indonesia.
Dari Boyolali, berkembang ke berbagai kota di Indonesia, lalu pada 2024 mulai hadir di Mekkah. Kini, jejak tersebut berlanjut ke Madinah.
Soto yang selama ini identik dengan warung dan rumah makan Indonesia itu pun mendapatkan panggung baru: hadir di dua kota yang menjadi tujuan utama jemaah yang datang ke Tanah Suci.
Dan mungkin, bagi sebagian orang Indonesia yang berada jauh dari rumah, semangkuk soto dengan kuah bening, nasi, kecambah, bihun, daging, seledri, dan bawang goreng bukan sekadar makanan.
Ia bisa menjadi rasa yang mengingatkan pada rumah.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

