Siap-Siap! Arab Saudi Bakal Gelar Diskon Belanja Besar-besaran Edisi Bulan Suci Ramadhan

HIMPUHNEWS - Arab Saudi bersiap memasuki periode lonjakan konsumsi tahunan menjelang bulan suci Ramadan. Kementerian Perdagangan setempat mengumumkan musim diskon Ramadan yang akan berlangsung selama 54 hari, mulai 1 Februari hingga 26 Maret.
Program ini digelar untuk mendorong masyarakat berbelanja lebih awal sekaligus mengurangi kepadatan pusat perbelanjaan menjelang Idul Fitri.
Melansir Saudigazette Jumat (30/01), skema perizinan diskon kini sepenuhnya dilakukan secara digital. Pemilik toko, baik offline maupun online, dapat mendaftar melalui portal resmi, mencetak lisensi, lalu menempelkannya di etalase atau laman produk.
Konsumen pun bisa memeriksa keabsahan diskon dengan memindai barcode pada izin tersebut.
Pemindaian akan menampilkan informasi lengkap seperti jenis diskon, persentase, durasi, hingga data usaha yang menggelar promo.
Selain digitalisasi izin, aparat juga melakukan inspeksi rutin untuk mendukung pengawasan. Langkah ini dilakukan guna mencegah kecurangan serta menjaga kepercayaan publik selama musim belanja Ramadan.
Ramadan Picu Lonjakan Transaksi hingga 40 Persen
Kementerian mengambil langkah ini di tengah tren meningkatnya transaksi selama Ramadan. Kajian Arthur D. Little yang dikutip Arab News mencatat bahwa Ramadan meningkatkan volume transaksi sekitar 35 hingga 40 persen.
Lonjakan konsumsi terutama terjadi pada sektor sembako, elektronik, fesyen, dan hadiah.
Tak hanya belanja, sektor logistik juga terdampak. Disebutkan jaringan pengiriman harus meningkat hingga 40 persen untuk memenuhi lonjakan permintaan.
Sementara layanan pengantaran malam hari naik 50 persen.
Hampir seluruh transaksi e-commerce berlangsung melalui perangkat mobile, yang menantang kapasitas distribusi dan logistik.
Digitalisasi perizinan diskon mencerminkan transformasi perdagangan Arab Saudi menuju era “phygital,” yakni perpaduan fisik dan digital.
Langkah ini dinilai memudahkan akuntabilitas serta memperkuat ekosistem e-commerce di Kerajaan.
Dengan aturan yang jelas dan adopsi teknologi, Arab Saudi ingin memastikan tradisi belanja Ramadan tetap berjalan tertib, aman, dan inklusif, sejalan dengan semangat ibadah.

Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
