himpuh.or.id

Tahap Awal Kampung Haji RI di Makkah Ditargetkan Bisa Tampung 22 Ribu Jemaah

Kategori : Berita, Ditulis pada : 08 Januari 2026, 07:00:07

 

WhatsApp Image 2026-01-08 at 10.21.10.jpeg

HIMPUHNEWS - Upaya memperkuat layanan haji Indonesia di Arab Saudi terus digarap. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan pengembangan Kompleks Haji di Makkah yang pada tahap awal diproyeksikan mampu menampung sekitar 22.000 jemaah atau setara 10 persen dari total jemaah haji Indonesia per tahun.

Target tersebut disiapkan melalui pengembangan Kawasan Thakher yang saat ini menjadi fondasi awal proyek Kompleks Haji Danantara di Kota Makkah.

Danantara melaporkan bahwa Kawasan Thakher telah berjalan dengan aset eksisting berupa Novotel Thakher Makkah. Kawasan seluas sekitar 4,4 hektare itu berlokasi sekitar 2–3 kilometer dari Masjidil Haram.

Di kawasan tersebut telah beroperasi tiga menara dengan total sekitar 1.461 kamar. Selain itu, tersedia kurang lebih 14 plot lahan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel.

“Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya,” ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu (07/01).

Bukan Sekadar Hotel, Bangun Ekosistem Layanan Jemaah

Pandu menjelaskan, pengembangan Kawasan Thakher tidak hanya difokuskan pada penyediaan akomodasi. Danantara mengarahkan kawasan ini sebagai pusat layanan jamaah yang terintegrasi.

Pengembangan mencakup fasilitas ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lainnya yang mendukung kebutuhan jamaah haji dan umrah asal Indonesia.

“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Pandu.

Danantara Ikuti Proses Lelang Kawasan Strategis Makkah

Seiring dengan penguatan Kawasan Thakher, Danantara juga mencermati peluang pengembangan kawasan lain di Makkah melalui mekanisme lelang yang dikelola Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC).

RCMC merupakan otoritas pengembangan Kota Makkah yang bertugas menetapkan kebijakan tata kawasan, arah pembangunan, serta skema proyek strategis di wilayah tersebut.

Dalam kerangka itu, pengembangan Kompleks Haji Danantara ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang diselaraskan dengan master plan Kota Makkah yang ditetapkan RCMC.

RCMC sendiri menawarkan sejumlah plot kawasan dengan karakteristik lokasi, peruntukan, serta jarak yang beragam terhadap Masjidil Haram. Prosesnya meliputi tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, hingga seleksi investor.

“RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Kami masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji, tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” ujar Pandu.

Dua Jalur Strategis Pengembangan Kompleks Haji

Danantara menjalankan pengembangan Kompleks Haji melalui dua jalur strategis secara paralel. Jalur pertama dilakukan dengan memperkuat fondasi proyek melalui Kawasan Thakher yang asetnya telah tersedia dan siap dikembangkan.

Sementara jalur kedua dilakukan melalui partisipasi aktif dan penjajakan berkelanjutan dalam mekanisme lelang RCMC untuk kawasan lain yang dinilai lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah.

“Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya eksisting dan siap dikembangkan, sementara pada saat yang sama kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” ujar Pandu.

Groundbreaking Ditargetkan 2026, Operasi Hotel Tambahan 2029

Dalam proyeksi awal, Danantara menargetkan pengembangan lanjutan Kawasan Thakher memasuki tahap groundbreaking pada 2026. Sementara itu, operasional hotel tambahan direncanakan mulai berjalan pada 2029, menyesuaikan kesiapan proyek dan perizinan.

Investasi di kawasan tersebut disiapkan secara bertahap, mencakup penguatan aset awal serta belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk pengembangan kawasan.

“Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” ujar Pandu.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id