Haji 1447 H Disiapkan Lebih Sejuk dan Aman, Arab Saudi Genjot Proyek Pengendali Panas di Armuzna
HIMPUHNEWS - Otoritas pengelola kawasan suci Arab Saudi menyiapkan serangkaian inovasi infrastruktur untuk menyambut musim haji 1447 Hijriah. Fokus utama pengembangan diarahkan pada pengendalian suhu udara dan peningkatan keselamatan jamaah, seiring tantangan cuaca ekstrem dan kepadatan pergerakan ibadah.
Perusahaan Kadana, selaku lengan eksekutif Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Masya’iril Haram, menyebut berbagai proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi layanan, serta keselamatan jamaah di sejumlah titik krusial Tanah Haram.
Sistem Pendingin Jamarat Diperbarui
Mengutip media lokal Saudi Alyaum.com, salah satu proyek utama yang disiapkan adalah pembaruan sistem pendingin udara di fasilitas Jamarat. Tiang sembur konvensional akan diganti dengan tiang kipas kabut berdaya guna tinggi.
Sebanyak sekitar 190 tiang kabut (mist columns) akan diubah menjadi kipas modern yang dirancang mampu melayani hampir 180.000 jamaah setiap jamnya. Proyek ini melanjutkan pengembangan yang telah dilakukan pada musim haji 1446 H, ketika tiang kabut lama di Jamarat diganti dan halaman timur kawasan tersebut dipercantik dengan pemasangan 200 kipas kabut.
Tujuan utama pembaruan ini adalah menurunkan suhu di area Jamarat hingga delapan derajat Celsius, sekaligus meredakan beban panas yang dirasakan jamaah. Selain itu, distribusi kabut diharapkan menjadi lebih efisien untuk menyejukkan udara di sekitar halaman Jamarat.
Payung Raksasa dan Pendingin di Jabal Rahmah
Selain Jamarat, Kadana juga melanjutkan tahap kedua proyek pengurangan stres panas di kawasan Jabal Rahmah. Inisiatif ini difokuskan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari terhadap jamaah saat beraktivitas dan beribadah.
Dalam proyek tersebut, akan dipasang payung-payung raksasa dengan total luas sekitar 14.000 meter persegi. Fasilitas ini terbagi dalam 20 unit payung, yang dilengkapi kipas kabut serta sistem pendingin modern dan inovatif.
Pengembangan ini menyasar terciptanya lingkungan yang lebih nyaman, khususnya pada jam-jam puncak aktivitas jamaah. Selain meningkatkan kenyamanan, proyek ini juga bertujuan menopang keselamatan, memperbaiki kualitas layanan, serta menurunkan temperatur di kawasan suci tersebut.
Mitigasi Risiko Lereng dan Longsoran Batu
Tak hanya soal suhu udara, proyek haji 1447 H juga mencakup kajian komprehensif terkait risiko lereng dan longsoran batu di kawasan suci. Kadana menyebut penilaian ini dilakukan di wilayah Mina, Muzdalifah, dan Arafah dengan cakupan area sekitar 119,6 kilometer persegi.
Dalam pelaksanaannya, terdapat 81 zona geoteknik yang mencakup 506 stasiun pemantauan, dengan masing-masing stasiun memiliki bentang sekitar 50 meter.
Kajian ini ditujukan untuk memberikan penilaian geologis yang andal terhadap potensi longsoran dan pergeseran batu, sekaligus merancang langkah-langkah perlindungan teknik yang efektif. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan jamaah dan petugas, serta menjaga keberlanjutan infrastruktur di kawasan suci.
Kadana menegaskan bahwa seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari visi pengembangan menyeluruh untuk memperbaiki pengalaman jamaah haji sebagai tamu-tamu Allah. Selain meningkatkan efisiensi operasional, pengembangan ini juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan ibadah yang lebih aman dan nyaman, sejalan dengan pertumbuhan jumlah jamaah di masa mendatang.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

