himpuh.or.id

Diminta Fokus Layani Jamaah, Wamen Tegaskan Petugas Haji Bukan Ajang “Nebeng” Naik Haji

Kategori : Berita, Ditulis pada : 09 Januari 2026, 08:00:22

342-petugas-haji-berangkat-ke-arab-saudi-diminta-jangan-flexing-1745824776321_169.jpeg

HIMPUHNEWS - Pemerintah menegaskan kembali komitmen pelayanan sebagai prinsip utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Seluruh petugas haji diminta fokus melayani jamaah, bukan menjadikan penugasan sebagai sarana untuk menunaikan ibadah pribadi.

Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat menutup Training of Trainer (ToT) petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (08/01).

Dahnil mengakui masih adanya sorotan dan kritik dari publik serta jamaah terkait komitmen pelayanan petugas haji pada pelaksanaan sebelumnya. Karena itu, pemerintah ingin memastikan orientasi petugas haji benar-benar berada pada pelayanan.

“Ini, kan, banyak juga kritik dari teman-teman publik, jamaah, segala macam terkait dengan komitmen pelayanan. Nah, jadi kita ingin pastikan semua petugas haji itu orientasi utamanya adalah pelayanan jamaah, bukan nebeng naik haji,” ujar Dahnil.

Tugas Berat, Bukan Sekadar Beribadah

Menurut Dahnil, pengalaman sebelumnya menunjukkan masih ada petugas yang berangkat dengan motivasi utama untuk beribadah. Padahal, tugas petugas haji menuntut kesiapan fisik dan mental yang tinggi.

“Petugas haji itu bekerja hampir tanpa henti. Kerjanya bisa 25 jam, mayoritas kerja fisik. Jadi, kalau mau fokus ibadah, ya jangan jadi petugas,” ujarnya.

Selain meluruskan orientasi, bimbingan teknis petugas haji yang akan berlangsung mulai 10 Januari 2026 selama sekitar satu bulan juga menekankan aspek integritas, kedisiplinan, serta kekompakan tim.

Dahnil menyebut persoalan koordinasi dan kerja tim masih menjadi catatan penting dalam evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya.

“Pelayanan di Madinah dan Makkah itu kerja tim. Kalau kedisiplinan dan koordinasi bermasalah, jamaah yang dirugikan,” katanya.

Untuk memperkuat karakter petugas, Kementerian Haji dan Umrah mengadopsi pendekatan pelatihan militer, termasuk simulasi pelayanan di Tanah Haram dan Masyair serta uji fisik.

“Kami ingin petugas yang siap secara mental, fisik, dan waktu. Kalau merasa tidak siap, lebih baik tidak ikut, karena yang ingin jadi petugas haji itu jutaan orang,” ujar Dahnil.

Penambahan Petugas TNI-Polri

Dalam kesempatan itu, Dahnil juga mengungkapkan jumlah petugas haji dari unsur Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia tahun ini ditambah hingga dua kali lipat atas arahan Prabowo Subianto.

Penambahan tersebut dilakukan menyusul penilaian terhadap kinerja TNI-Polri yang dinilai disiplin dan bertanggung jawab. Selain itu, kementerian juga menyiapkan sistem penghargaan bagi petugas haji berprestasi.

“Ukuran keberhasilan petugas haji adalah dedikasinya melayani jamaah. Bukan seberapa banyak ibadah pribadinya, tetapi seberapa baik ia melayani,” kata Dahnil.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id