Suhu hingga 42°C pada Haji 2026: Data, Risiko, dan Cara Aman Menyikapinya

HIMPUHNEWS - Pelaksanaan Ibadah Haji 1447 H/2026 M diproyeksikan berlangsung pada periode Mei hingga Juni. Secara iklim, periode ini merupakan fase musim panas di Arab Saudi. Oleh karena itu, pembahasan mengenai kondisi cuaca di Tanah Suci menjadi bagian penting dari edukasi dan kesiapan jemaah, khususnya dari aspek kesehatan dan keselamatan.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan kekhawatiran, melainkan sebagai upaya edukatif berbasis data agar jemaah dapat mempersiapkan diri secara lebih matang dan proporsional.
Data Iklim: Panas sebagai Keniscayaan
Berdasarkan data iklim historis jangka panjang yang dirujuk secara internasional—antara lain dari Weather.com (The Weather Channel), Climate-Data.org, serta otoritas resmi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Saudi National Center of Meteorology—kondisi cuaca di Mekkah dan Madinah pada periode Mei–Juni menunjukkan karakter panas dan kering.
Suhu udara pada siang hari secara rata-rata berada pada kisaran 38–42 derajat Celcius, dengan curah hujan yang sangat rendah, bahkan mendekati nol. Perlu ditegaskan bahwa data ini merupakan data iklim historis (rata-rata), bukan prakiraan cuaca harian.
Risiko Kesehatan yang Perlu Diantisipasi
Cuaca panas ekstrem berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke apabila tidak ditangani dengan baik.
Langkah Aman dan Proporsional bagi Jemaah
Disiplin menjaga asupan cairan, pemilihan pakaian yang tepat, pengelolaan energi ibadah, serta kemampuan mengenali tanda-tanda gangguan akibat panas menjadi kunci keselamatan jemaah.
Penutup
Panas di Tanah Suci bukanlah musibah, melainkan bagian dari sunatullah. Dengan pendekatan ilmiah, persiapan matang, dan sikap proporsional, pelaksanaan Haji 2026 insyaAllah tetap dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh makna.
Ditulis oleh: Muhamad Solihin
Pengurus Bidang Hukum dan Peraturan HIMPUH
Direktur ESQ Tours
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
