Begini Cara Arab Saudi Merawat Kain Kiswah Kabah Sepanjang Tahunnya

HIMPUHNEWS - Perawatan Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, terus dilakukan secara berkala oleh otoritas Arab Saudi. Salah satu fokus utama ialah pemeliharaan Kiswah Ka’bah, kain hitam penutup bangunan suci umat Islam, yang diperiksa setiap hari dan diganti setiap tahun Hijriah.
Kiswah menjadi bagian penting dari syiar Islam sehingga pemeliharaan, perbaikan, hingga penggantian rutin dilakukan untuk menjaga kondisinya tetap baik sekaligus mencegah kerusakan akibat kepadatan jemaah.
Diperiksa Harian oleh Tim Ahli
Otoritas Umum Perawatan Dua Masjid Suci menyebutkan, tim khusus secara rutin memeriksa seluruh bagian kiswah beserta cincin pemasangnya.
“Jika ada observasi, maka observasi tersebut akan segera ditangani sesuai dengan standar presisi tertinggi dan kinerja terbaik dalam waktu singkat,” bunyi pernyataan Otoritas Umum Perawatan Dua Masjid Suci sebagaimana dikutip dari kantor berita Saudi SPA.
Perawatan juga mencakup pembersihan menyeluruh serta pengencangan kain dari seluruh sisi. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga ahli berpengalaman, termasuk anggota tim yang telah bekerja selama 29 tahun.
Selain pemeliharaan rutin, pada musim haji kiswah biasanya diangkat ke bagian atas Ka’bah. Praktik ini bukan bentuk ibadah, melainkan untuk melindungi kain dari kerusakan akibat padatnya jemaah yang melakukan tawaf serta mencegah sebagian jemaah memotong bagian kiswah sebagai cendera mata.
Diganti Setiap Awal Tahun Hijriah
Penggantian kiswah dilakukan setiap awal tahun Hijriah setelah proses produksi rampung di Kompleks Raja Abdulaziz, Umm Al-Jud, Makkah. Proses pembuatan memakan waktu sekitar 11 bulan melalui tujuh tahap, mulai pemurnian air, pencucian dan pewarnaan sutra, penenunan, pencetakan ayat Al-Qur’an, penyulaman, perakitan hingga pemeriksaan akhir.
Kiswah baru terdiri dari 47 lembar sutra hitam dengan sulaman 68 ayat Al-Qur’an menggunakan benang perak berlapis emas 24 karat dan memiliki berat sekitar 1.415 kilogram.
Ornamen emas dari kiswah lama dilepas setiap 29 Zulhijah setelah salat Asar, sementara pemasangan kiswah baru dilakukan pada 1 Muharam 1447 H.
Dilindungi untuk Mencegah Kerusakan
Sejak masa awal Islam, pengangkatan kiswah dilakukan sebagai penanda datangnya musim haji sekaligus melindungi kain dari kerusakan. Kini praktik tersebut dilakukan lebih awal karena tingginya jumlah jemaah di sekitar Ka’bah.
Pemeliharaan Ka’bah juga menjadi bagian dari program pemerintah Raja Salman di bawah bimbingan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman untuk menjaga kondisi bangunan suci tetap baik.
Kantor Pengelola Proyek Kementerian Keuangan turut mengawasi pekerjaan pemeliharaan dan proyek terkait Masjidil Haram, termasuk peningkatan kapasitas area mataf dan perluasan masjid. Pengawasan menggunakan teknologi terbaru dengan standar internasional.
Sejak berdiri pada 1438 H, kantor tersebut juga memantau proyek perluasan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, serta pernah mengawasi pekerjaan pemeliharaan unsur Ka’bah pada Syawal 1440 H dan Dzulhijjah 1442 H.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
