himpuh.or.id

Kemenhaj RI Sebut SISKOHAT-NUSUK Sudah Terintegrasi

Kategori : Berita, Topik Hangat, Haji 1447 H / 2026 M, Ditulis pada : 16 Februari 2026, 15:04:52

FotoJet - 2026-02-16T150637.804.jpg

HIMPUHNEWS — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menyatakan bahwa Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) telah resmi terintegrasi dengan Platform Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi.

Integrasi ini menjadi bagian dari transformasi digital penyelenggaraan ibadah haji guna menyelaraskan serta memvalidasi data jemaah haji Indonesia dengan sistem layanan resmi Arab Saudi. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang tertib, aman, dan sesuai ketentuan.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemenhaj RI, Farosa, mengatakan bahwa integrasi SISKOHAT dengan Nusuk merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akurasi data, memperkuat keamanan sistem, serta mendorong efisiensi layanan berbasis digital.

“Melalui integrasi ini, data jemaah haji Indonesia dapat tervalidasi secara langsung dengan sistem Arab Saudi. Hal tersebut sangat mendukung kelancaran layanan jemaah, khususnya dalam proses pemvisaan,” ujar Farosa saat ditemui di Kantor Kemenhaj Pusat, Jumat (13/02/2026).

Ia menjelaskan, proses integrasi dilakukan secara bertahap sejak Oktober 2025, diawali dengan penjajakan teknis, pemetaan kebutuhan sistem, hingga evaluasi keamanan siber.

Menurutnya, tahap awal penguatan fondasi sistem telah dirintis sejak masa kepemimpinan Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi sebelumnya, Moch. Hasan Affandi. Saat itu, penguatan tata kelola data haji serta kesiapan sistem nasional agar selaras dengan platform layanan Arab Saudi mulai diprioritaskan.

Tahapan integrasi mencakup pemenuhan persyaratan keamanan data, pertukaran sertifikat sistem, serta pengujian koneksi aman antar-sistem. Pada Januari 2026, sistem SISKOHAT dan Platform Nusuk dinyatakan telah terhubung secara aman dan siap beroperasi secara andal.

Dalam pelaksanaannya, integrasi ini juga didukung oleh Ali Sadikin selaku penanggung jawab teknis yang berperan dalam pengembangan, pengujian, serta memastikan stabilitas koneksi dan kelancaran pertukaran data sesuai standar keamanan layanan digital.

Farosa menegaskan, pengembangan sistem dilakukan dengan mengedepankan prinsip perlindungan data dan keamanan siber nasional.

“Pengamanan sistem dilakukan dengan memastikan data hanya dapat diakses oleh pihak berwenang, terlindungi selama proses pengiriman, serta tercatat secara akuntabel dalam sistem. Hal ini penting untuk menjaga keamanan dan keandalan data jemaah,” ujarnya.

Saat ini, integrasi SISKOHAT–Nusuk telah diimplementasikan untuk mendukung proses pemvisaan jemaah haji. Pertukaran data dilakukan secara otomatis melalui sistem terintegrasi sehingga mempercepat alur layanan dan meningkatkan konsistensi data.

“Dengan implementasi integrasi ini, proses pemvisaan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur karena data jemaah dikirim langsung dari sistem SISKOHAT ke Nusuk tanpa melalui proses manual,” tegasnya.

Ke depan, Kemenhaj RI akan terus mengembangkan integrasi tersebut untuk mendukung pengelompokan dan pemaketan jemaah, persiapan kedatangan dan penerimaan di Arab Saudi, proses kepulangan, pengelolaan kontrak layanan, hingga layanan umrah.

“Integrasi ini menjadi fondasi pengembangan layanan digital haji ke depan. Kami akan terus memperluas cakupan integrasi agar seluruh tahapan layanan jemaah terhubung dalam satu ekosistem data yang andal dan berkelanjutan,” pungkas Farosa.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id