Meski Ada Perang, Dubes Saudi Pastikan Penyelanggaraan Haji 2026 Tetap Aman

HIMPUHNEWS - Pemerintah Arab Saudi memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap berjalan sesuai rencana meski situasi geopolitik di Timur Tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, menegaskan bahwa keamanan jemaah menjadi prioritas utama dan seluruh rangkaian ibadah telah diantisipasi dengan matang.
"Semua proses ibadah haji akan tetap berjalan sesuai rencana meskipun ada ketegangan di kawasan. Kami berkomitmen penuh menjaga stabilitas bagi para jemaah," ujar Amodi di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Saudi Tegaskan Kondisi Tetap Aman
Di tengah meningkatnya kekhawatiran global, pihak Saudi memastikan kondisi dalam negeri tetap stabil dan terkendali.
"Arab Saudi aman, dan semua akan berjalan sesuai rencana," tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran terkait keselamatan jutaan jemaah yang akan menuju Tanah Suci di tengah eskalasi konflik kawasan Teluk.
Dalam kesempatan yang sama, Amodi juga menyinggung dampak konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut sebagian besar serangan rudal tidak mengarah ke target utama.
"Dari seluruh rudal Iran, hanya 15% yang mengarah ke Israel. Sisanya, 85% meluncur ke negara-negara Muslim tetangganya di kawasan," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.
Serangan tersebut dilaporkan berdampak pada sejumlah fasilitas vital dan area sipil di kawasan Teluk, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas regional, termasuk sektor energi global.
Fokus Jaga Jalur Haji dan Situs Suci
Meski situasi memanas, pemerintah Saudi menegaskan tetap fokus menjaga kelancaran jalur udara dan laut untuk kebutuhan logistik haji.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses ibadah tetap berjalan lancar, serta menjamin keamanan di kawasan situs-situs suci yang menjadi tujuan utama jemaah.
Saudi juga menempatkan perlindungan terhadap tamu Allah sebagai prioritas utama di atas dinamika politik yang tengah berlangsung.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
