himpuh.or.id

Banyak yang Belum Tahu, Ini Perbedaan Murur dan Tanazul dalam Ibadah Haji

Kategori : Berita, Topik Hangat, Haji 1447 H / 2026 M, Ditulis pada : 11 Mei 2026, 18:33:49

FotoJet - 2026-05-11T183858.510.jpg

HIMPUHNEWS - Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M menghadirkan sejumlah penyesuaian penting, terutama saat fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penerapan skema Murur dan Tanazul yang disiapkan pemerintah Indonesia untuk mengurangi kepadatan sekaligus melindungi jemaah lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi (risti).

Meski sering disebut bersamaan, Murur dan Tanazul memiliki konsep dan pelaksanaan yang berbeda.

Apa Itu Murur?

Murur merupakan skema pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina dengan cara melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus. Dalam skema ini, jemaah tetap melewati area Muzdalifah sebagai bagian rangkaian ibadah, namun tidak menjalani mabit atau bermalam secara penuh di lokasi tersebut.

Skema ini diprioritaskan bagi jemaah lansia, disabilitas, dan kelompok risiko tinggi untuk mengurangi kelelahan fisik akibat kepadatan ekstrem di Muzdalifah saat puncak haji. Pemerintah menilai kebijakan ini sebagai bentuk rukhsah atau keringanan demi menjaga keselamatan jiwa jemaah.

Dalam pelaksanaannya, jemaah diberangkatkan dari Arafah menggunakan bus setelah waktu Magrib, kemudian melintas di Muzdalifah dan langsung menuju Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya.

Apa Itu Tanazul?

Berbeda dengan Murur yang berkaitan dengan pergerakan di Muzdalifah, Tanazul merupakan skema penginapan jemaah selama di Mina. Dalam program ini, jemaah tidak menginap di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel di Makkah setelah menyelesaikan lempar jumrah.

Skema Tanazul disiapkan sebagai solusi untuk mengurai kepadatan di Mina yang selama ini menjadi salah satu titik paling padat selama musim haji. Pemerintah Indonesia menyebut program ini akan diterapkan kepada puluhan ribu jemaah dari ratusan kelompok terbang, terutama mereka yang menginap di kawasan dengan akses dekat ke Jamarat seperti Syisyah, Raudhah, dan Aziziyah.

Dengan sistem ini, jemaah tetap melaksanakan lempar jumrah, tetapi tidak kembali ke tenda Mina untuk mabit. Sebagai gantinya, mereka beristirahat di hotel masing-masing di Makkah.

Perbedaan Utama Murur dan Tanazul

Secara sederhana, Murur berfokus pada proses melintas di Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan, sedangkan Tanazul berkaitan dengan tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel di Makkah.

Murur diterapkan untuk mengurangi kepadatan dan risiko kesehatan di Muzdalifah, sementara Tanazul bertujuan mengurangi penumpukan jemaah di area tenda Mina. Keduanya sama-sama dirancang untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi pergerakan jemaah selama fase Armuzna.

Pemerintah menegaskan bahwa kedua skema tersebut tetap memperhatikan ketentuan syariat dan menjadi bagian dari transformasi layanan haji Indonesia yang lebih adaptif terhadap kondisi lapangan serta tingginya jumlah jemaah setiap tahun.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id