Kemenhaj RI: Umrah Mandiri Lebih Rentan, Jemaah Travel Lebih Terlindungi Saat Krisis

HIMPUHNEWS - Di tengah dinamika gangguan penerbangan akibat situasi perang di Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan jemaah umrah yang berangkat melalui travel resmi berada dalam posisi yang lebih aman dan terlindungi.
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan, pemerintah telah memanggil seluruh penyelenggara travel untuk memastikan jemaah yang terdampak keterlambatan ditangani secara baik.
Situasi ini tentu membutuhkan penanganan ekstra, mulai dari akomodasi hingga pengaturan ulang tiket.
"Ya memang beberapa travel-travel besar relatif masih bisa. Tapi berapa travel kecil itu sudah teriak-teriak ini. Bagaimana mereka mengelola jemaah yang tertahan 3-4 hari. Belum lagi harus mencari tiket baru," ujarnya beberapa waktu lalu.
Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap jemaah tetap menjadi kewajiban penyelenggara.
Berbeda dengan jemaah yang berangkat melalui travel, jemaah umrah mandiri dinilai menghadapi risiko lebih besar.
Tanpa perlindungan penyelenggara, mereka harus mengurus sendiri seluruh kebutuhan saat terjadi kendala, termasuk biaya tambahan yang tidak terduga.
“Kalau umrah mandiri, hampir tidak ada yang menjamin. Kalau harus menambah biaya, mereka tanggung sendiri,” jelasnya.
Meski tidak terlibat dalam aspek bisnis, pemerintah tetap berupaya melakukan pendataan terhadap jemaah, termasuk yang berangkat secara mandiri.
Langkah ini penting untuk memastikan pemerintah mengetahui posisi jemaah—mulai dari keberangkatan hingga lokasi transit—sehingga dapat melakukan pemantauan dan langkah antisipatif jika terjadi situasi darurat.
“Kita ingin tahu siapa berangkat, kapan, dan sekarang ada di mana. Ini untuk mengantisipasi kondisi seperti sekarang,” kata Irfan.
Dengan kondisi yang terjadi, Kemenhaj mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih skema perjalanan ibadah.
Jemaah yang berangkat melalui travel resmi tidak hanya mendapatkan kemudahan layanan, tetapi juga jaminan perlindungan ketika terjadi situasi tak terduga.
Di tengah ketidakpastian global, faktor keamanan dan kenyamanan menjadi hal utama—dan di sinilah peran travel resmi menjadi semakin penting bagi jemaah Indonesia.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
