himpuh.or.id

Jemaah Haji RI Akan Dapat 27 Kali Makan Selama di Madinah

Kategori : Berita, Ditulis pada : 20 April 2026, 10:22:46

IMG_20240521_004614.jpg

HIMPUHNEWS - Pelayanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Madinah dipastikan siap menjelang kedatangan gelombang pertama. Sebanyak 23 dapur katering telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makan jemaah selama berada di Kota Nabi, dengan menu bercita rasa khas Nusantara.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan seluruh layanan konsumsi telah melalui proses seleksi ketat. Jemaah pun dijamin tetap bisa menikmati makanan dengan cita rasa familiar selama menjalani ibadah di Arab Saudi.

Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Beny Darmawan, mengatakan seluruh dapur yang bertugas telah lolos seleksi oleh pemerintah Indonesia.

“Seluruhnya sudah diseleksi oleh Kemenhaj Republik Indonesia,” ujar Beny dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Selama sekitar sembilan hari di Madinah, jemaah Indonesia akan mendapatkan total 27 kali makan, dengan frekuensi tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan menjelang malam, menyesuaikan pola makan masyarakat Indonesia.

Bumbu dan Koki Didatangkan dari Indonesia

Untuk menjaga keaslian rasa, seluruh bumbu masakan didatangkan langsung dari Indonesia dalam bentuk pasta atau racikan siap pakai. Metode ini dinilai lebih efisien dibandingkan membawa bahan mentah dari Tanah Air.

Tak hanya itu, setiap dapur juga diwajibkan memiliki tenaga juru masak dari Indonesia. Minimal terdapat dua koki utama dan empat asisten yang harus dipenuhi oleh setiap penyedia katering.

“Itu menjadi kewajiban dan alhamdulillah mampu dipenuhi oleh seluruh dapur yang sudah diseleksi Kemenhaj,” kata Beny.

PPIH juga memberikan perhatian khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia). Menu makanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, terutama dari segi tekstur agar lebih mudah dikonsumsi.

“Kalau untuk lansia ini sesuai kontrak yang sudah dibuat, jamaah bisa minta menu. Sebenarnya menu sama, tapi biasanya nasi buat bubur atau lebih lunak agar bisa lebih dicerna,” ujarnya.

Pengawasan Berlapis Jamin Kualitas Makanan

Untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan, pengawasan dilakukan secara berlapis sebelum makanan sampai ke jemaah. Pengecekan dilakukan di tiga titik, yakni di kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta di sektor tempat jemaah menginap.

Selain itu, petugas konsumsi di masing-masing hotel juga melakukan pemeriksaan akhir sebelum makanan disajikan.

“Pengawasan terakhir nanti ada petugas konsumsi di hotel yang memeriksa makanannya. Pengawasan juga sudah dilakukan di kantor Daker dan KKHI,” kata Beny.

Dengan sistem tersebut, jemaah diharapkan tidak perlu khawatir terhadap kualitas makanan selama menjalankan ibadah haji di Madinah.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id