himpuh.or.id

Masuk Raudhah Gratis, Jemaah Haji Diminta Waspadai Modus Penipuan Link Palsu

Kategori : Berita, Ditulis pada : 29 April 2026, 07:37:20

f1a42efb-40e2-4869-a712-398cf3623358-1777386881246.jpg

HIMPUHNEWS - Di tengah tingginya minat jemaah untuk beribadah di Raudhah, Pemerintah Arab Saudi melalui otoritas haji menegaskan bahwa akses ke area tersebut tidak dipungut biaya. Namun, di saat yang sama, marak modus penipuan yang menyasar jemaah haji, terutama terkait akses masuk dan penyalahgunaan kartu Nusuk.

Kementerian Haji dan Umrah melalui Kepala Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, mengingatkan jemaah agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan akses berbayar maupun tautan mencurigakan.

Modus Link Palsu Mengatasnamakan Nusuk

Ichsan mengungkapkan, salah satu modus yang kini marak adalah pengiriman tautan melalui WhatsApp dengan dalih kartu Nusuk jemaah bermasalah.

“Disampaikan kepada jemaah haji agar berhati-hati dengan penipuan modus bahwa kartu Nusuk bermasalah, dengan cara meminta klik link yang mereka kirim ke WhatsApp jemaah. Jangan percaya dan jangan klik link yang mereka kirim,” tegasnya.

Ia menegaskan, akses resmi ke Raudhah hanya menggunakan sistem barcode, baik melalui skema tasrih (izin kolektif) maupun aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri. Di luar mekanisme tersebut, patut dicurigai sebagai bentuk penipuan.

Masuk Raudhah Gratis, Laporkan Jika Ada Pungutan

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia memiliki hak yang sama untuk mengakses Raudhah tanpa biaya.

“Masuk ke Raudhah itu gratis. Jika ada pihak yang menawarkan jasa lalu meminta bayaran, segera laporkan ke petugas di sektor, khususnya sektor Nabawi,” ujarnya, Selasa (28/4).

Ia juga mengingatkan adanya oknum yang berpura-pura menjadi petugas untuk menarik pungutan liar. PPIH memastikan tidak akan mentoleransi praktik tersebut.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Madinah, Efrilen Hafizh, menyampaikan bahwa sistem tasrih telah disiapkan untuk memastikan seluruh jemaah dapat mengakses Raudhah secara tertib.

“Per 28 April 2026 pukul 10.00 WAS, jumlah tasrih yang telah disetujui mencapai 25.564 jemaah, dengan rincian 12.747 jemaah laki-laki dan 12.817 jemaah perempuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengaturan dilakukan secara kolektif oleh petugas sektor untuk memastikan kuota tidak terbuang dan seluruh jemaah terakomodasi.

“Misalnya satu tasrih untuk 150 orang, maka harus dipastikan seluruh jemaah sudah berkumpul. Barcode tidak dibagikan bebas agar kuota terisi optimal dan tidak terbuang saat pemeriksaan di pintu masuk Raudhah,” ujarnya.

Aturan Ketat dan Batas Usia Disesuaikan

Untuk masuk ke Raudhah yang berada di kawasan Masjid Nabawi, jemaah wajib menggunakan barcode resmi melalui skema tasrih atau aplikasi Nusuk. Pemerintah Arab Saudi juga menerapkan pembatasan usia.

Sebelumnya, akses dibatasi hingga usia 41 tahun. Namun setelah proses nota kesepahaman (MoU) dan negosiasi, batas usia maksimal kini menjadi 60 tahun. Jemaah di atas usia tersebut tetap difasilitasi melalui mekanisme khusus.

Dengan sistem yang terorganisir tersebut, PPIH menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat beribadah di Raudhah dengan aman tanpa terbebani praktik pungutan liar maupun penipuan.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id