himpuh.or.id

Tak Cuma Kirim Jemaah, Indonesia Kini Incar Pasar Logistik Haji di Arab Saudi

Kategori : Berita, Ditulis pada : 04 Agustus 2026, 09:00:40

bb293044-7a3d-4443-bca5-f312b5c392db-1785736429899.jpeg

HIMPUHNEWS - Indonesia terus membidik peran yang lebih besar dalam ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dunia. Tak hanya sebagai negara pengirim jemaah terbesar, Indonesia kini berupaya menjadi pemasok utama berbagai kebutuhan haji melalui penguatan kemitraan strategis dengan Arab Saudi.

Komitmen tersebut ditegaskan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam Business Matching Indonesia–Saudi Arabia Partnership Forum 2026 bertema Building Strategic Partnership for a Sustainable Pilgrim Supply Chain yang digelar di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mengatakan forum tersebut menjadi wadah mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, eksportir, UMKM, asosiasi industri, hingga mitra strategis dari Arab Saudi guna memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk memasok berbagai kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Namun, potensi tersebut harus diperkuat melalui konektivitas, koordinasi, serta kemitraan yang lebih terstruktur agar mampu menembus pasar Arab Saudi secara berkelanjutan.

"Forum ini bukan sekadar mempertemukan pelaku usaha, tetapi menjadi titik awal membangun ekosistem yang solid sehingga produsen, UMKM, dan eksportir Indonesia dapat memasuki pasar Arab Saudi secara terstruktur dan berkelanjutan. Di sinilah fondasi rantai pasok haji yang kuat mulai dibangun," ujarnya.

Tak Hanya Bumbu dan Makanan Siap Saji

Jaenal menilai masih banyak pihak yang menganggap kebutuhan katering haji hanya berkisar pada bumbu dan makanan siap saji (ready to eat/RTE). Padahal, kebutuhan logistik penyelenggaraan haji jauh lebih luas.

Ia menjelaskan, penyediaan konsumsi bagi jemaah membutuhkan beragam komoditas pangan, mulai dari beras, ikan, daging, sayuran, tepung, minyak goreng, rempah segar, produk susu, hingga berbagai bahan pangan lainnya.

Besarnya kebutuhan tersebut dinilai membuka peluang bagi sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga industri pangan olahan nasional untuk menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah global.

Dorong Konsorsium Ekspor hingga Koridor Makanan Haji Indonesia

Untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok kebutuhan haji, Ditjen PE2HU mendorong pembentukan konsorsium ekspor yang dikoordinasikan oleh eksportir yang memiliki kompetensi dan kapasitas.

Skema tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas dan keberlanjutan pasokan sesuai standar Arab Saudi, sekaligus memberikan kepastian pasar bagi produsen dan UMKM nasional serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Selain itu, pemerintah juga mendorong harmonisasi standar halal dan keamanan pangan, pembangunan pusat logistik terpadu, pengembangan sumber daya manusia, transfer teknologi, hingga pembentukan Koridor Makanan Haji Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji.

"Kami ingin membangun ekosistem ekonomi haji yang inklusif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga pelaku industri nasional. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra Arab Saudi, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen sekaligus pemasok utama kebutuhan haji dan umrah dunia," jelas Jaenal.

Melalui forum tersebut, Kementerian Haji dan Umrah berharap kemitraan bisnis antara Indonesia dan Arab Saudi semakin kuat sehingga mampu memperkokoh hubungan ekonomi kedua negara sekaligus membangun rantai pasok haji dan umrah yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id