himpuh.or.id

Diantar Bus Khusus, Puluhan Jemaah Lansia Berkursi Roda Jalani Umrah Wajib di Masjidil Haram

Kategori : Berita, Ditulis pada : 06 Mei 2026, 07:00:13

jemaah-haji-lansia-asal-lombok-dan-surabaya-melaksanakan-umrah-wajib-1777981625962.jpeg

HIMPUHNEWS - Sebanyak 47 jemaah haji lanjut usia (lansia) diberangkatkan menuju Masjidil Haram untuk menjalankan umrah wajib menggunakan fasilitas bus hidrolik khusus dari Hotel Lulua Al Mashaer, Makkah, Selasa (5/5/2026). Fasilitas ini disiapkan guna mempermudah mobilitas jemaah lansia dan penyandang disabilitas yang seluruhnya menggunakan kursi roda.

Pemberangkatan dilakukan pada pagi hari untuk menghindari suhu panas ekstrem di Makkah. Selain menggunakan bus hidrolik tanpa tangga, para jemaah juga mendapat layanan kursi roda resmi lengkap dengan jasa pendorong selama menjalani rangkaian ibadah umrah di Masjidil Haram.

Fasilitas Khusus untuk Jemaah Lansia

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk Lansia dan Disabilitas (Landis), Regita Yuniar, mengatakan seluruh jemaah yang diberangkatkan merupakan lansia dengan kebutuhan pendampingan khusus.

"Hari ini kami insya Allah memberangkatkan sekitar 47 lansia untuk melaksanakan umrah wajib. Mereka semuanya menggunakan kursi roda dan mereka juga sudah menggunakan layanan jasa pendorong kursi roda resmi," ujar Regita ditemui di sela tugas di Hotel Lulua Al Mashaer.

Ia menjelaskan, para jemaah berasal dari Lombok dan Surabaya yang tiba di Makkah secara bertahap sejak akhir April hingga awal Mei 2026.

"Tiba di Makkahnya, yang pertama itu kedatangan di tanggal 30 April, kemudian ada kedatangan lagi di tanggal 2 Mei, dan di tanggal 4 Mei," jelasnya.

Untuk memastikan proses ibadah berjalan aman, para jemaah turut didampingi sejumlah petugas dari berbagai unsur, mulai dari petugas kloter, petugas haji daerah hingga tim PPIH Arab Saudi.

"Ada petugas yang mendampingi ada dari kloternya, petugas haji daerah, kemudian dari PPIH Arab Saudi, sekitar 4-5 orang," lanjutnya.

Strategi Hindari Kelelahan dan Panas Ekstrem

Pendampingan menjadi bagian penting karena seluruh jemaah lansia menggunakan kursi roda dan membutuhkan bantuan penuh selama perjalanan menuju Masjidil Haram hingga pelaksanaan tawaf dan sa'i.

Selain memilih waktu keberangkatan pagi hari, penggunaan bus hidrolik dan layanan kursi roda resmi juga dilakukan agar kondisi fisik jemaah tetap terjaga selama menjalani ibadah.

Setibanya di Masjidil Haram, para jemaah akan melanjutkan ibadah menggunakan jasa pendorong kursi roda resmi dengan tarif sekitar 300 riyal.

"Kami membantu mendorong dan memastikan jemaah lansia bisa berangkat dengan aman dan nyaman," ujar Regita.

Suasana haru terlihat di lobi hotel sebelum keberangkatan. Puluhan jemaah lansia tampak mengenakan pakaian ihram sambil duduk di kursi roda menunggu giliran diberangkatkan.

Salah satu jemaah lansia asal Lombok, Siti Asiah Hasan, mengaku bersyukur akhirnya bisa menjalankan ibadah di Tanah Suci.

"Alhamdulillah, sehat-sehat. Pingin (lihat Ka'bah). Amin amiin mudah-mudahan lancar-lancar semua," ujarnya lirih.

Bagi para jemaah lansia, perjalanan menuju Baitullah menjadi momen yang telah lama dinantikan setelah bertahun-tahun menunggu kesempatan berhaji.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id