himpuh.or.id

Saudi Pakai Drone untuk Antar Obat saat Haji 2026, Pengiriman Kini Cuma 6 Menit

Kategori : Berita, Ditulis pada : 19 Mei 2026, 08:00:56

WhatsApp-Image-2026-05-18-at-13.14.20.jpeg

HIMPUHNEWS - Pemerintah Arab Saudi mulai memanfaatkan teknologi drone untuk mendistribusikan obat-obatan dan logistik medis selama musim haji 2026. Inovasi ini diklaim mampu memangkas waktu pengiriman kebutuhan medis dari 90 menit menjadi hanya enam menit di kawasan suci.

Teknologi tersebut akan dioperasikan di sejumlah titik utama pelaksanaan ibadah haji, mulai dari Masjidil Haram, Masjid Nabawi, hingga wilayah puncak haji seperti Mina, Arafah, dan Muzdalifah.

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan sistem layanan kesehatan Saudi dalam menghadapi jutaan jemaah haji yang datang dari berbagai negara tahun ini.

Melansir The Islamic Information, Menteri Kesehatan Arab Saudi Fahad Al-Jalajel mengatakan penggunaan drone medis merupakan hasil pengembangan dan uji coba selama dua tahun terakhir.

Pengujian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari keamanan lepas landas dan pendaratan hingga kemampuan drone beroperasi di tengah cuaca panas ekstrem kawasan haji.

Drone tersebut juga dilengkapi sistem pendingin untuk menjaga stabilitas suhu obat dan logistik medis sensitif selama proses pengiriman.

“Teknologi modern ini bertujuan untuk mengirimkan obat-obatan dalam skala besar selama musim Haji sekaligus mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan perlengkapan medis menjadi hanya enam menit, dibandingkan dengan 90 menit menggunakan transportasi darat,”ujar Al-Jalajel.

Didukung Jaringan 5G dan Sistem Logistik Digital

Program distribusi medis berbasis drone ini dijalankan melalui kerja sama antara Makkah Health Cluster dan National Unified Procurement Company (NUPCO).

Kedua lembaga tersebut akan mengatur rantai pasok dan distribusi kebutuhan medis ke rumah sakit maupun pusat layanan kesehatan di kawasan suci.

Distribusi dilakukan berdasarkan data kebutuhan dari fasilitas kesehatan dan dikirim langsung menuju rumah sakit atau pusat layanan primer di area haji.

Pada fase uji coba musim haji sebelumnya, drone sempat digunakan untuk mengirim ice pack ke Mina Emergency Hospital guna menangani kasus kelelahan akibat panas dan sengatan matahari yang dialami jemaah.

Pemerintah Saudi juga memastikan seluruh kawasan suci telah didukung jaringan 5G penuh guna menunjang operasional drone dan layanan digital selama musim haji berlangsung.

Saudi Siapkan 20 Ribu Tempat Tidur Rumah Sakit

Penggunaan drone menjadi bagian dari operasi kesehatan besar yang disiapkan Arab Saudi selama musim haji 2026.

Pemerintah Saudi menyiapkan lebih dari 20 ribu tempat tidur rumah sakit untuk melayani jemaah haji, termasuk sekitar 3.800 tempat tidur di kawasan suci.

Selain itu, tersedia pula 25 pusat layanan gawat darurat yang akan beroperasi selama musim haji.

Layanan kesehatan tersebut juga diperkuat dengan lebih dari 3 ribu kendaraan ambulans dan 11 ambulans udara.

Secara keseluruhan, sekitar 7.700 paramedis dan lebih dari 52 ribu tenaga kesehatan disiagakan untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah haji tahun ini.

Kementerian Kesehatan Saudi menyebut penggunaan drone untuk distribusi medis darurat dalam pengelolaan kesehatan jemaah berskala besar merupakan yang pertama di dunia.

Dengan estimasi sekitar 1,5 juta jemaah dari luar Arab Saudi akan datang pada musim haji 2026, percepatan distribusi logistik medis dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan jemaah selama berada di Tanah Suci.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id