Jemaah Haji Dilarang Bawa Tabung Gas dan Kompor Portabel ke Kawasan Suci Selama Haji 2026

HIMPUHNEWS - Pemerintah Arab Saudi resmi melarang masuk dan penggunaan tabung gas cair serta kompor di seluruh kawasan suci selama musim haji 1447 H/2026 M. Kebijakan ini diterapkan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran di tengah padatnya aktivitas jutaan jemaah haji.
Larangan tersebut mulai berlaku sejak Senin, 1 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 18 Mei 2026, dan mencakup seluruh pusat layanan jemaah serta fasilitas pemerintah di area Mina, Muzdalifah, dan Arafah.
Melansir Gulf News, otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi menegaskan seluruh tabung gas dan kompor yang ditemukan di kawasan suci akan langsung disita.
Pemerintah Saudi juga menyatakan pelanggar aturan tersebut akan dikenai tindakan hukum bersama aparat keamanan terkait.
Saudi Perketat Pengawasan di Mina, Muzdalifah, dan Arafah
Otoritas Pertahanan Sipil Saudi menyebut pengawasan akan diperketat sepanjang musim haji melalui tim inspeksi dan pengawasan preventif yang disiagakan di kawasan suci.
Pemeriksaan akan dilakukan di seluruh fasilitas dan lokasi yang berada di area pelaksanaan ibadah haji.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah di tengah tingginya kepadatan selama musim haji berlangsung.
“Dinas Pertahanan Sipil mengatakan tim inspeksi dan pengawasan pencegahan akan mengintensifkan kampanye pemantauan di seluruh tempat suci Mina, Muzdalifah, dan Arafat untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan,” tulis laporan Gulf News.
Selain itu, pengawasan juga akan difokuskan pada pusat layanan jemaah dan fasilitas pendukung lain yang berpotensi menggunakan peralatan memasak berbahan gas.
Upaya Cegah Risiko Kebakaran saat Musim Haji
Larangan penggunaan tabung gas dan kompor menjadi bagian dari langkah mitigasi keselamatan yang diperkuat Saudi selama musim haji 2026.
Dengan jutaan jemaah berkumpul di kawasan terbatas dalam waktu bersamaan, potensi risiko kebakaran dan insiden keselamatan dinilai meningkat apabila penggunaan alat masak tidak diawasi secara ketat.
Karena itu, pemerintah Saudi memilih menerapkan kebijakan pelarangan total demi meminimalkan potensi bahaya di area padat jemaah.
Pemerintah Saudi sebelumnya juga memperkuat berbagai sistem keamanan dan keselamatan selama haji tahun ini, termasuk layanan kesehatan berbasis drone, pengawasan digital, hingga dukungan jaringan 5G di kawasan suci.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
