himpuh.or.id

Jemaah Haji Indonesia Bakal Dapat 15 Porsi Makan Selama Fase Armuzna

Kategori : Berita, Ditulis pada : 19 Mei 2026, 07:00:32

c9d2dc19-e9a7-453b-947e-def0bafc39c0-1776950321318-2.jpeg

HIMPUHNEWS - Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah memperkuat layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia. Penguatan layanan ini dilakukan seiring tingginya mobilitas jemaah saat fase Armuzna yang dikenal sebagai periode paling padat dan melelahkan dalam rangkaian ibadah haji.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan skema distribusi makanan siap santap atau Ready To Eat telah disiapkan untuk menjaga stamina, kesehatan, serta kenyamanan jemaah selama menjalani puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah Indonesia berjalan dengan baik di seluruh titik layanan.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-28 operasional haji, layanan bagi jemaah terus berjalan baik. Fokus kami saat ini adalah memperkuat kesiapan menjelang Armuzna, termasuk layanan konsumsi yang menjadi bagian penting dalam menjaga stamina dan kesehatan jemaah,” ujar Maria di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 464 kelompok terbang (kloter) dengan total 179.463 jemaah dan 1.851 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 455 kloter dengan 175.682 jemaah dan 1.820 petugas telah tiba di Makkah.

Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat sebanyak 190 kloter dengan 72.904 jemaah dan 759 petugas telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, sebanyak 12.180 jemaah haji khusus juga sudah berada di Tanah Suci dan mulai menjalani tahapan ibadah sesuai jadwal.

Fase Armuzna Disebut Paling Padat dan Kompleks

Maria menjelaskan fase Armuzna membutuhkan kesiapan layanan yang cepat, aman, dan terukur karena menjadi titik terpadat dalam operasional haji, termasuk dalam hal distribusi konsumsi bagi jemaah.

“Fase Armuzna adalah fase yang sangat padat dan kompleks. Karena itu, layanan konsumsi harus dipastikan berjalan baik. Bagi kami, konsumsi bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi bagian penting dari ikhtiar menjaga kesehatan dan stamina jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk,” ujar Maria.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan makanan siap santap dengan cita rasa nusantara yang dinilai lebih praktis untuk didistribusikan di tengah tingginya mobilitas jemaah selama Armuzna.

Skema Ready To Eat dipilih dengan mempertimbangkan kecepatan distribusi, kemudahan konsumsi, daya tahan makanan, hingga standar gizi dan keamanan pangan.

“Makanan siap santap ini disiapkan dengan cita rasa nusantara agar lebih sesuai dengan selera jemaah Indonesia. Selain aman dan higienis, kami ingin makanan yang diterima jemaah juga familiar dan nyaman dikonsumsi,” jelas Maria.

Jemaah Dapat 15 Porsi Makan Selama Armuzna

Selama fase Armuzna, jemaah haji Indonesia akan mendapatkan total 15 porsi makanan dengan menu bercita rasa nusantara yang disiapkan pihak syarikah.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan enam porsi tambahan pada fase pra-Armuzna dan pasca-Armuzna. Layanan tersebut diberikan pada 7 dan 8 Dzulhijjah serta 13 Dzulhijjah, yang bertepatan dengan 24, 25, dan 30 Mei 2026.

Kemenhaj juga melakukan pengecekan rutin dan koordinasi intensif untuk memastikan distribusi makanan siap santap berjalan lancar sebelum keberangkatan jemaah menuju Armuzna.

Seluruh makanan direncanakan sudah terdistribusi ke hotel-hotel jemaah Indonesia pada 6 Dzulhijjah 1447 H atau 23 Mei 2026.

“Pengawasan dilakukan sejak proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Kami memastikan makanan yang diterima jemaah layak, higienis, aman dikonsumsi, dan mendukung kebutuhan fisik jemaah selama fase puncak haji,” tegas Maria.

Di tengah suhu panas dan tingginya aktivitas selama musim haji, Maria juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik menjelang Armuzna.

Ia mengimbau jemaah memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, serta mengurangi aktivitas fisik yang tidak mendesak agar tetap prima saat menjalani wukuf dan rangkaian ibadah lainnya.

“Jaga kesehatan, hemat tenaga, makan tepat waktu, dan ikuti arahan petugas. Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menjalani puncak ibadah haji,” tutup Maria.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id