Arab Saudi Siarkan Khutbah Arafah 2026 dalam 35 Bahasa, Ada Bahasa Indonesia

HIMPUHNEWS - Arab Saudi kembali memperluas layanan keagamaan berbasis digital untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Tahun ini, khutbah Arafah akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa dunia dan disiarkan secara global melalui berbagai platform resmi pemerintah Saudi.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau jutaan umat Islam di berbagai negara yang mengikuti pelaksanaan puncak ibadah haji dari Tanah Suci.
Pengumuman itu disampaikan Presiden Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais, dalam penutupan forum ilmiah bertajuk Saudi Arabia’s Efforts in Serving the Religious System at the Two Holy Mosques.
Kepresidenan Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyatakan khutbah Arafah tahun ini akan diterjemahkan ke dalam 35 bahasa internasional dan disiarkan melalui platform digital resmi, termasuk kanal The Islamic Information.
Bahasa yang disediakan meliputi Inggris, Prancis, Indonesia, Urdu, Turki, Persia, Spanyol, Mandarin, Rusia, Bengali, Hindi, Melayu, hingga Swahili.
Selain itu tersedia pula bahasa Somali, Pashto, Punjabi, Tamil, Filipino, Bosnia, Jerman, Italia, Portugis, Swedia, Uzbekistan, Tajik, Nepal, Sinhala, Malayalam, Oromo, Tigrinya, Yoruba, Ugandan, dan Lithuania.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi Arab Saudi memperluas jangkauan dakwah dan layanan keagamaan kepada umat Islam global selama musim haji.
Imam Masjid Nabawi Jadi Khatib Arafah 2026
Pada musim haji tahun ini, khutbah Arafah akan disampaikan oleh Imam dan Khatib Masjid Nabawi, Ali bin Abdulrahman Al-Hudhaifi.
Sheikh Dr. Ali bin Abdulrahman Al-Hudhaifi dijadwalkan menyampaikan khutbah di Masjid Namirah saat wukuf di Arafah, yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji.
Khutbah Arafah merupakan salah satu momen penting dalam ibadah haji dan selalu menjadi perhatian umat Islam di berbagai belahan dunia.
Pemerintah Arab Saudi memastikan umat Islam di seluruh dunia dapat menyaksikan siaran langsung khutbah Arafah secara daring melalui platform resmi yang telah disiapkan.
Siaran tersebut akan dilengkapi layanan terjemahan multibahasa agar pesan khutbah dapat dipahami lebih luas oleh masyarakat internasional.
Digitalisasi layanan keagamaan ini juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan haji yang terus dikembangkan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
